Ini Penyebab Disperindag Belum Bisa Gelar Operasi Pasar

Politisi PKS ini mendesak, agar BPKP segera menerbitkan Juknis Operasi Pasar tersebut. Sebab, masyarakat sudah mengeluh dan resah atas kondisi ini

TribunPekanbaru/Melvinas Priananda
Pedagang mengatur susunan cabai merah yang akan dijualnya di pasar Kodim Jalan Teratai Pekanbaru, Rabu (2/11/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Keluhan masyarakat terkait naiknya sejumlah harga komoditi di pasaran, langsung direspon wakil rakyat. Sebab, kenaikan tersebut terjadi sepekan jelang Bulan Ramadhan tahun ini. Padahal sudah sejak lama pihak DPRD Pekanbaru mewanti-wanti hal ini, supaya tidak terjadi.

Namun tetap saja harga beberapa kebutuhan pokok naik di beberapa pasar rakyat, seperti Pasar Cik Puan Pekanbaru, Pasar Kodim dan lainnya. Seperti cabai Jawa dari harga Rp 20 ribu per Kg kini naik Rp 35 ribu, bawang putih dari Rp 25 ribu naik menjadi Rp 45 ribu. Kenaikan juga terjadi pada daging ayam, telur ayam dan sejumlah komoditi lainnya.

Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Roem Diani Dewi, Selasa (23/5/2017) menegaskan, kenaikan harga seperti ini selalu terjadi setiap tahun. Apalagi jelang hari-hari besar seperti Bulan Puasa dan Ramadhan. Namun untuk tahun ini, sebenarnya Pemko melalui Disperindag Pekanbaru sudah menganggarkan anggaran untuk operasi pasar.

Dari hasil koordinasi Komisi II dengan Disperindag, besaran untuk operasi pasar tersebut sebanyak 20 ribu paket. Hanya saja kendalanya saat ini, pihak Disperindag belum bisa menggelar operasi pasar. Sebab, berdasarkan LHP BPK RI, paket untuk barang operasi pasar tersebut, selama ini hanya melalui penunjukkan langsung. Padahal, pembelian barang-barang untuk operasi pasar tersebut harus dilelang. Untuk pelaksanaan proses ini, harus menunggu juknis dari BPKP.

"Hal ini lah yang membuat Disperindag belum bisa menggelar operasi pasar. Belum lagi masalah anggarannya tidak lagi di poskan di Disperindag, tapi di BPKAD. Sehingga prosedurnya semakin berbelit-belit," terang Roem Diani kepada Tribunpekanbaru.com.

Karena kondisi ini, politisi PKS ini mendesak, agar BPKP segera menerbitkan Juknis Operasi Pasar tersebut. Sebab, masyarakat sudah mengeluh dan resah atas kondisi ini. Jika ini dibiarkan, bisa saja hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi di tengah masyarakat.

"Kalau dalam waktu dekat ini, paling hanya Bulog saja yang bisa menggelar operasi pasar. Kalau Disperindag, belum bisa. Karena harus menunggu Juknis BPKP. Kita juga heran daerah lain seperti Siak, barang-barang untuk operasi pasarnya tidak perlu dilelang, kok di Pekanbaru harus lelang," katanya. (*)

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved