Presiden Jokowi Ancam Penerima Kartu Indonesia Pintar, Begini Ceritanya

Bagi pelajar tingkat SD, jumlah uang yang ada di dalam KIP yakni Rp 450.000 per tahun. Bagi pelajar SMP, jumlah

Presiden Jokowi Ancam Penerima Kartu Indonesia Pintar, Begini Ceritanya
BIRO PERS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahan ketika ditanya sejumlah wartawan terkait kasus dugaan pencatutan namanya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam permintaan saham Freeport, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/12/2015). Presiden Joko Widodo menegaskan tidak boleh ada pihak mana pun yang bisa mempermainkan kewibawaan lembaga negara karena hal ini menyangkut soal kepatutan, kepantasan dan moralitas. TRIBUNNEWS/BIRO PERS 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden Joko Widodo mengeluarkan "ancaman" serius kepada keluarga dan siswa penerima kartu Indonesia pintar (KIP). Ia minta agar bantuan itu dipakai sebagaimana mestinya.

Hal tersebut disampaikan Jokowi pada Rabu (24/5/2017), menyerahkan 1.000 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada pelajar SD, SMP, SMA, SMK dan program Keseteraan (Paket A, Paket B, dan Paket C) di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang.

"Untuk beli pulsa, hati-hati, tidak boleh. Kalau ketahuan untuk beli pulsa, kartunya dicabut," ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana.

Bagi pelajar tingkat SD, jumlah uang yang ada di dalam KIP yakni Rp 450.000 per tahun. Bagi pelajar SMP, jumlah uang Rp 750.000 dan Rp 1 juta bagi pelajar SMA dan SMK.

Untuk siswa paket kesetaraan sesuai dengan paket yang diikuti, Paket A senilai dengan bantuan untuk siswa SD, Paket B senilai dengan bantuan untuk siswa SMP, dan Paket C senilai dengan bantuan untuk siswa SMA.

Presiden mengharapkan para siswa rajin belajar tanpa kenal lelah. Mengingat, pendidikan yang tinggi dapat menjadi bekal menghadapi era kompetisi yang semakin ketat di masa mendatang.

"Saya harapkan anak-anak terus belajar karena dengan belajar itulah anak-anak mencapai cita-cita yang kita inginkan," ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wali Kota Malang M. Anton. (*)

Tulisan ini sudah diterbitkan di Kompas.com dengan judul Jokowi: Ketahuan Beli Pulsa, KIP Dicabut dengan link berita http://nasional.kompas.com/read/2017/05/24/13105681/jokowi.ketahuan.beli.pulsa.kip.dicabut

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved