Makin Bertambah Reklame Rokok, Pimpinan DPRD Ini Akui Ada Oknum Bermain

Belakangan ini jumlah reklame rokok (neon box mini), di beberapa ruas jalan di Kota Pekanbaru, semakin banyak berdiri.

Makin Bertambah Reklame Rokok, Pimpinan DPRD Ini Akui Ada Oknum Bermain
TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
ILUSTRASI - Sebuah reklame jenis Billboard berukuran sekitar 5x10 meter menampilkan iklan rokok di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Senin (19/12). Adanya iklan rokok dijalan protokol tersebut jelas melanggar Peraturan Pemerintah (PP) nomor 109, tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Belakangan ini jumlah reklame rokok (neon box mini), di beberapa ruas jalan di Kota Pekanbaru, semakin banyak berdiri. Seperti di sepanjang Jalan HR Subrantas Panam, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Imam Munandar, Jalan Riau, Jalan A Yani serta di beberapa ruas jalan lainnya.

Ironisnya, dari sekian banyak jalur protokol di kota ini, hanya Jalan Diponegoro dan Jalan Gajah Mada saja yang tampak bersih iklan rokok. Sementara untuk Jalan Sudirman, masih ada yang berdiri. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian serius Pemko Pekanbaru, melalui OPD terkait. Apalagi Kota Pekanbaru sudah pernah ditunjuk sebagai pilot project kota bebas rokok.

"Seperti tidak ada pengawasan. Siapapun dan dimana pun yang mau pasang reklame, diizinkan. Bagaimana tata kota Pekanbaru ini bisa indah, kalau dihiasi setiap ruas jalan reklame rokok. Parahnya lagi, reklame dipasang di bibir jalan umum," tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga SE, Jumat (26/5/2017) kepada Tribunpekanbaru.com.

Situasi seperti ini,terkesan Dispenda, Satpol PP dan Bidang Tata Ruang tidak bekerja. Menurut Jhon Romi, tidak lah mungkin penataan Kota Pekanbaru menuju Kota Metropolitan Smart City, dengan memperbanyak reklame. Bahkan di kota-kota besar lainnya, tidak ada ditemui reklame bebas dipasang di semua tepian jalan raya.

Karena jumlah reklame rokok tersebut terlalu banyak, pihak DPRD meyakini ada oknum yang sengaja bermain tentang hal ini. "Kita berpikir juga, tidak lah mungkin pengusaha berani memasang reklame-nya, jika tidak ada ASN yang membekingi. Kita harapkan ini harus menjadi perhatian serius Walikota Firdaus," pinta Jhon Romi.

Justru Jhon Romi lebih meyakini, penayangan reklame rokok tersebut, untuk keuntungan pribadi oknum ASN saja. Termasuk pendirian baliho dan reklame lainnya.

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved