Anak harimau Sumatera Mati
VIDEO: Ini Penyebab Kematian Harimau Sumatera yang Ditemukan di Bengkalis
Mulanya, selama dalam perawatan anak harimau ini sudah menunjukan perkembangan yang cukup baik. Misalnya saja ekornya dan telinganya sudah
Penulis: Aan Ramdani | Editor: David Tobing
Laporan reporter Tribunpekanbaru.com,Aan Ramdani
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Seekor anak harimau sumatra yang ditemukan di kebun karet di Desa Api-Api Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Kamis (25/5/2017) akhirnya mati setelah mendapatkan perawatan selama 12 jam di Kelinik Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).
Anak harimau sumatra yang baru berusia 4-6 bulan ini mati pada pukul 14.20 wib, Jumat (26/5/2017) disebabkan malnutrisi karena tidak mendapatkan makanan satu minggu lebih.
Mulanya, selama dalam perawatan anak harimau ini sudah menunjukan perkembangan yang cukup baik. Misalnya saja ekornya dan telinganya sudah mulai bergerak. Bahkan, sempat berusaha untuk berdiri dan berjalan.
"Saat ditemukan anak harimau ini memang sangat lemah sekali. Lalu kita putuskan langsung dibawa ke Pekanbaru untuk dilakukan tindakan. Dalam perjalanan juga sudah dikasih infus dan diupayalan semaksimal mungkin supaya anak harimau ini punya energi, " jelas Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Fifin Arfiana Jogasara kepada Tribun.
"Jadi setelah di Pekanbaru anak harimau ini sudah mulai membaik dan sudah diberikan susu. Sudah mulai berdiri tapi, ya terlihat sempoyongan dan masih tetap dilakukan infus dan terus kita upayakan maksimal sambil kita komunikasikan dengan dokter-dokter lainya hewan yang ada di Pekanbaru. Ternyata siang tadi saya dapat kabar dari klinik pukul 14.27 wib ternyata sudah mati," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakanya, malnutrisi berat yang dialami oleh anak harimau inilah yang menjadi penyebab tidak dapat bertahan. Karena tidak mendapatkan asupan sehingga nerpengaruh dengan tubuh anak harimau ini, mengingat anak harimau yang masih berusia 4-6 bulan ini masih belum bisa mencari makan sendiri.
"Karena malnutrisinya sudah berat sehingga mengakibatkan gangguan juga pada saraf. Sehingga infus yang kita berikan juga sudah mulai susah masuk. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin termasuk juga kita juga komunikasi dengan
sanctuary Harimau Sumatera di Barumun Sumatra Utara. Kita juga lagi komunikasi dengan Bukit Tinggi juga dan ternyata malah anak harimau ini sudah tidak ada, " paparnya.
Secara fisik anak harimau sumatra ini terlihat sangat kurus dan terdapat luka kecil pada bagian dada. Tidak dimetahui pasti penyebab luka ini. Namun menurut dugaan karema serangan serangga.
"Kemungkinan karena daya tahan tubuh yang berkurang sehingga serangga-serangga banyak menyerang dan anak harimau ini tidak bisa menjaga dirinya karena memang sangat lemah, " katanya.
Dirinya juga merasa menyesal karena tidak berhasil menyelamatkan nyama satwa langka ini. (*)