VIDEO TEASER EKSLUSIF
VIDEO: Ini Cara Cerdas Membeli Makanan dan Minuman Menurut BBPOM Pekanbaru
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru menghimbau kepada masyarakat di Provinsi Riau untuk cerdas dalam membeli makanan dan
Penulis: Aan Ramdani | Editor: David Tobing
Laporan reporter Tribunpekanbaru.com, Aan Ramdani
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Memasuki bulan suci Ramdhan 1438 Hijeriah dibarengi dengan hadirnya pasar-pasar Rmadhan. Hal ini tidak terkeculai di Kota Pekanbaru Provinsi Riau.
Kehadiran pasar-pasar Ramadhan ini dianggap membantu masyarakat. Misalnya bagi masyarakat yang sibuk dan tidak sempat memasak untuk berbuka puasa dapat membeli masakan dipasar ini. Lili misalnya, dia sengaja mencara makanan untuk berbuka puasa di pasar Ramadhan ini.
"Karena kami inikan akan kost, ya dengan adanya pasar Ramadhan seperti ini tentu sangat membantu kami," jelasnya kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (28/5/2017) saat berbelanja di Pasar Ramadhan WR Supratman.
Hal senada juga disampaikan oleh Ruvida Ulfa, meskipun sangat membantu dirinya juga khawatir dengan makanan tersebut. Apakah memang benar-benar sehat dan terhindar dari zat berbahaya.
"Kalau khawatir pasti khawatir, tinggal kita saja yang harus selektif mencari makanan-makan yang sehat. Secara fisik kitakan juga bisa melihat. Misalnya menghindari makanan yang warnanya terlalu mencolok," katanya.
Cerdas Memilih Makanan dan Minuman
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru menghimbau kepada masyarakat di Provinsi Riau untuk cerdas dalam membeli makanan dan minuman. Terumata masyarakat yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang membeli takjil atau makanan berbuka di Pasar-pasar Ramadhan.
Kepala Bidang Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar POM Pekanbaru, Linda Yeni kepada Tribun Pekanbaru, Senin (29/5/2017) menjelaskana, sebelum membeli masyarakat dianjurkan melakukan " Cek KLIK" yaitu, cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kadaluarsa.
Sedangkan makanan yang dijual tidak menggunakan kemasan dapat di cek fisiknya.Misalnya dengan menghindari makanan dan minuman dengan warna yang mencolok atau pada makanan tersebut terdapat pewarna yang memberika titik-titik warna tidak merata. Dimungkinkan makanan dan minuman tersebut mengandung Rhodamin B dan Kuning Metanil yang merupakan zat warna sintetis berwarna kuning kecoklatan yang berbentuk padat atau serbuk yang digunakan untuk pewarna tekstil.
Kemudian mengenal makanan-makanan yang mengandung formalin atau borak. Makanan yang menggunakan bahan ini biasanya lebih awet dan kenyal seperti tahu, mie dan makanan-makanan lainya.
"Masyarakat juga harus selektif dan mengenali makanan yang akan dibeli. Dengan demikian juga harus mengenali ciri-ciri bahan-bahan berbahaya yang kerap dipergunakan untuk bahan makanan. Tidak saja pewarna tekstil tapai ada bahan-bahan lain seperti formalin dan boraks yang digunakan sebagai pengawet," jelasnya.(*)