Tahanan Kabur
Kapolda: Oknum Rutan Tidak Kooperatif
Proses penyidikan dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru terus dilakukan penyidik Polda Riau.
Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Ariestia
Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Proses penyidikan dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru terus dilakukan penyidik Polda Riau.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda meneruskan penyidikan, tidak hanya berhenti pada dua orang tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni RR, dan MK.
Proses penyidikan ternyata tidak lancar, karena oknum petugas Rutan yang menjalani pemeriksaan tidak Kooperatif kepada penyidik. Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkannya kepada Tribun, Jumat (2/6/2017).
"Jujur saja saya kemukakan, petugas Lapas ini oknumnya mempersulit, memberikan keterangan berbelit, tidak kooperatif, tidak terbuka," ujar Jendral Polisi bintang dua tersebut.
Sikap ini mempersulit penyidik melakukan penyidikan dengan cepat. Kendati demikian, Kapolda menegaskan akan mengejar aliran dana yang telah terbukti kepada kedua orang tersangka tersebut.
"Kami akan berkembang (penyidikan) ke siapa nanti (aliran dana,red)," tegasnya.
Sementara itu, proses penyidikan dugaan pungli di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru dilakukan setelah kejadian kaburnya ratusan tahanan. Hasil pemeriksaan internal terungkap adanya dugaan kekerasan kepada tahanan, hingga dugaan Pungli yang akhirnya disidik Polda Riau. Penyidikan ini langsung diminta oleh Menteri Kumham, Yasonna Laoly belum lama ini.
SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,
LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kapolda-riau-irjen-pol-zulkarnain-adinegara_20161231_124611.jpg)