Dumai

Terdakwa Kurir Sabu Beri Keterangan Berbelit

Saat kedapatan memiliki Sabu, terdakwa sempat mengelak. Bahkan ia mengaku Sabu bukan bukan miliknya

Terdakwa Kurir Sabu Beri Keterangan Berbelit
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Suasana sidang lanjutan Andi Berta Putra, terdakwa Kurir Sabu seberat 509 gram, Kamis (8/6) sore. JPU Bernard Simanjuntak tampak hadir dalam sidang itu. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI -  Andi Berta Putra tertunduk lesu saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Dumai, Kamis (8/7/2017) sore. Pria paruh baya warga Tanjung Medang tersebut harus duduk di pesakitan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Dumai. Sebab ia menjadi terdakwa setelah menjadi kurir Sabu seberat setengah kilogram beberapa waktu lalu.

Pada sidang yang dipimpin Hakim Ketua Majelis, M. Aziz dihadirkan dua saksi. Dalam keterangan saksi dari pihak kepolisian disampaikan bahwa terdakwa ditangkap petugas pada 14 Januari 2017 silam di Simpang Jalan By Pass TPI Purnama. Setelah polisi memperoleh informasi, perihal adanya pengiriman Sabu seberat 509 gram dari Rupat ke Dumai.

Saat kedapatan memiliki Sabu, terdakwa sempat mengelak. Bahkan ia mengaku Sabu bukan bukan miliknya.Namun dari hasil uji laboratorium atas urine terdakwa adalah positif Metamfetamina.

Setelah dilakukan pemeriksaan, terdakwa mengakui rencananya Sabu akan dibawa ke tempat AT yang kini DPO di Bagan Besar.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum M. Emri Kurniawan, melalui JPU Bernard Simanjuntak menyebut bahwa tersangka atau terdakwa memang memiliki hak ingkar.

Namun Penuntut Umum akan fokus pada pembuktian sesuai fakta persidangan yaitu alat bukti keterangan saksi dan hasil laboratorium forensik atas urine terdakwa yang positif mengandung Metamfetamina.

Apalagi JPU menilai perbuatan terdakwa sangat meresahkan masyarakat dan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap Narkotika.

"Jika terdakwa tidak jujur, berbelit-belit dan mempersulit persidangan, justru itu akan dicatat sebagai hal yang memberatkan,” tuturnya. (*) 

SUBSCRIBE Youtube: Tribun Pekanbaru,

LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru,

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.

Penulis: Fernando
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved