Haniyya Rumah Bermain Hadir di Pekanbaru
Untuk pertama kalinya di Riau dibuka sekolah karakter anak dengan kurikulum Beyound Center and Circle Times (BCCT)
Penulis: Alex | Editor: Muhammad Ridho
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Untuk pertama kalinya di Riau dibuka sekolah karakter anak dengan kurikulum Beyound Center and Circle Times (BCCT). Untuk di Riau, sekolah ini bernamakan Haniyya Rumah Bermain, walau sekolah ini dikembangkan di Amerika, namun pengembangan di Indonesia berbasiskan Islami.
Sekolah yang beralamat di Jalan Permata Sari nomor 2, Kecamatan Bukit Raya ini juga dilengkapi dengan Toddler, Taman Bermain, Taman Kanak-kanak, penitipan anak, tahfidz for Kids, program akselarasi, dan klub terapi. Pada Minggu (11/6/2017), digelar soft opening dan seminar parenting Hanayya Rumah Bermain, bertempat di Hotel Furaya Pekanbaru.
Owner Hanayya Rumah Bermain, Viviana Hanifa mengatakan, dirinya membuka sekolah tersebut awalnya tidak terlepas dari perannya sebagai orangtua yang ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya, dan menciptakan sekolah yang memiliki konsep pendidikan yang mengakomodir keinginan orangtua dan anak-anak.
“Setiap anak yang dilahirkan ke dunia memiliki keunikan dan kecerdasan, yang harus digali dan dimaksimalkan. Hal itu tentunya tidak terlepas dari peran orangtua dan sekolah dimana mereka belajar, di sekolah Haniyya inilah kita mengambil peran tersebut,” kata Viviana dalam sambutannya, di dapan tamu dan undangan yang hadir.
Dia juga menjelaskan, saat membuka sekolah tersebut, dirinya juga dipertemukan dengan Muzaaka Mudisatono yang merupakan konsultan PAUD, sekaligus trainer nasional pendidikan PAUD, yang telah membuat sekolah-sekolah bagus di Indonesia, di antaranya, di Kalimantan Timur, Samarinda, Palum Jawa tengah, Medan, dan saat ini di Pekanbaru.
“Alhamdulillah saya dipertemukan dengan kawan lama saat kuliah dulu. Konsep kurikulum sekolah yang sudah beliau terapkan di beberapa sekolah di Indonesia ternyata sesuai dengan konsep sekolah yang saya inginkan,” tuturnya.
Ada pun guru-guru yang Haniyya Rumah Bermain sebelumnya sudah magangkan di sekolah Istiklal Jakarta, yang merupakan sekolah percontohan terbaik se-Asia Tenggara versi Unesco PBB.
Tidak hanya itu, sekolah ini juga dilengkapi dengan kolam renang, rumah pohon, area pasir, rumput, dan lainnya, yang semuanya disiapkan untuk perkembangan motorik dan media proses pembelajaran untuk anak.
“Kita juga siapkan makan di sekolah, yang disiapkan khusus oleh ahli gizi, selain itu juga ada bimbingan psikolog, dan beberapa keunggulan lainnya,” ulasnya.
Sementara itu, Muzaaka Mudisatono mengupas secara umum kurikulum yang disiapkan Haniyya bagi anak, salah satunya adalah tentang penerapan sistim 3M, yakni guru tidak boleh marah, melarang, dan menyuruh, dengan tujuan mengembangkan rasa percaya diri pada anak sehingga anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi dan punya inisiatif dalam rangka menjadikan pribadi yang cinta ilmu pengetahuan.
Selain itu, ditambahkannya, anak akan belajar menjalankan nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari, dari kebiasaan salam, shalat dhuha, hafalan surah, doa, dan hadist,sunnah ketika makan, minum, berwudhu, shalat dhuhur, serta prilaku Islam yang menjadi dasar kehidupan.
Sebagai promo awal, khusus untuk 10 pendaftar pertama, pihak sekolah akan memberikan diskon sebanyak 20 persen bagi 10 pendaftar pertama yang mendaftarkan anaknya ke Haniyya Rumah Bermain tersebut. (*)
SUBSCRIBE Youtube --> Tribun Pekanbaru,
LIKE Halaman Facebook --> Tribun Pekanbaru,
FOLLOW Twitter --> @tribunpekanbaru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/haniyya-rumah-bermain_20170611_213832.jpg)