Breaking News:

Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Rico Ricardo Bisa Cuci Darah dengan Tenang

BPJS Kesehatan menanggung biaya prosedur cuci darah. Bahkan tidak ada pembatasan frekuensi prosedur HD yang ditanggung pihak BPJS Kesehatan.

Penulis: Fernando | Editor: harismanto
ISTIMEWA
Satu pasien Gagal Ginjal, Rico Ricardo Iskandar tersenyum saat menjalani prosedur HD atau cuci darah di RSUD Dumai. Seluruh pasien HD di RSUD Dumai merupakan Peserta BPJS Kesehatan 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando
TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Cuci darah atau Hemodialisis (HD) menjadi prosedur khusus bagi para pasien Gagal Ginjal. Mereka melakukan prosedur serupa setiap pekan secara rutin. Namun, prosedur ini butuh biaya yang cukup tidak sedikit.

Untuk satu kali menjalani prosedur ini, pasien Gagal Ginjal di Dumai harus membayar hingga Rp 1.080.000. Biaya itu belum termasuk biaya pasien yang mungkin butuh perawatan di RSUD Dumai. Akan tetapi, kekhawatiran itu sirna bagi para pasien Gagal Ginjal yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Sebab BPJS Kesehatan menanggung biaya prosedur cuci darah. Bahkan tidak ada pembatasan frekuensi prosedur HD yang ditanggung pihak BPJS Kesehatan. Seperti dirasakan Rico Ricardo Iskandar, yang harus dua kali setiap pekan menjalani prosedur HD di RSUD Dumai.

Pria 37 tahun ini menjalani prosedur HD setiap Rabu dan Sabtu, usai divonis mengalami Gagal Ginjal pada tahun 2012 silam. Pasca mengalami kecelakaan sepeda motor, yang menyebabkan Ginjalnya tidak berfungsi dengan baik. Awalnya Rico mengaku harus membayar sekitar Rp 1.100.000, setiap hendak menjalani prosedur HD di RSUD Dumai.

Namun Rico mengaku gajinya tidak cukup untuk menjalani prosedur HD dua kali sepekan. Maka atas saran rekannya, Rico meminta dukungan dari Dinas Sosial Dumai, ternyata pihak dinas bersedia membantu biaya prosedur HD. Walau ada sejumlah obat pendukung yang mesti dibeli sendiri.

Setelah menjadi peserta BPJS Kesehatan, seluruh biaya prosedur HD yang dijalani Rico ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Begitu juga sejumlah obat-obatan pendukung saat dirinya menjalani prosedur HD. Seperti suntik untuk penahan HB atau Obat Zat Besi.

"Sebelum menjadi peserta BPJS Kesehatan, saya harus beli sendiri. Harganya lumayan mahal, tapi sekarang tidak khawatir lagi," ulas ayah satu anak ini, Selasa (20/6).

Kemudahan lain yang dirasakan Rico sebagai pemegang Kartu BPJS Kesehatan adalah bisa melakukan prosedur HD di luar Kota Dumai. Terutama saat kondisi yang tidak diduga, seperti sedang di luar kota atau ada mesin cuci darah yang mengalami kerusakan. Maka prosedur HD harus dilakukan di luar kota yang memiliki rumah sakit dengan layanan cuci darah.

Dirinya cukup mengurus formulir Traveling HD, agar bisa memperoleh layanan prosedur HD di rumah sakit tujuan. Karyawan swasta di Dumai mengaku sudah pernah menjalani Traveling HD di sejumlah rumah sakit di Pekanbaru, di antaranya RS Ibnu Sina, RS Bina Kasih, RS Awal Bros, RS Santa Maria. Saat menjalani prosedur HD di luar kota domisili, biayanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

"Dulu setiap Traveling HD di luar daerah harus siapkan anggaran khusus. Tapi sekarang, saat ada kendala saya bisa Traveling HD gratis di Kota Pekanbaru," akunya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved