Ngopi Cantik ala Cewek-cewek
Kalau zaman dulu, yang suka minum kopi ini pada umumnya kaum laki-laki, dan itupun para bapak-bapak.
Penulis: Nolpitos Hendri | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Terinspirasi dari sebuah judul film Indonesia yang baru-baru ini diputar kembali di satu saluran televisi swasta yakni “Filosofi Kopi”, ternyata kopi bukan sekedar bubuk pahit dari biji kopi yang disedu dengan air panas. Namun, dari rasanya yang pahit, ada tersimpan hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hal itu hanya bisa dirasakan oleh mereka yang menikmati kopi itu.
Kalau zaman dulu, yang suka minum kopi ini pada umumnya kaum laki-laki, dan itupun para bapak-bapak. Namun, zaman era globalisasi yang sudah maju dengan teknologi informasi yang canggih, penyuka kopi pun menurun ke kaum muda. Tidak saja kaum muda laki-laki, namun juga kaum muda perempuan. Para cewek-cewek penyuka kopi ini memiliki alasan tersendiri menyukai kopi.
Sejalan dengan berkembangnya teknologi informasi dengan hadirnya sebuah perangkat smartphone, momen saat minum kopi (ngopi) pun diabadikan dengan kamera smartphone. Foto hasil jepretan kamera smartphone itu pun tidak tersimpan begitu saja di memori smartphone, akan tetapi foto itu dibagikan kepada teman-teman di media sosial (medsos), sebagai informasi kepada yang lain yang menyukai kopi.
Seorang cewek yang menyukai kopi adalah Cici. Bagi Cici, kopi adalah minuman yang inspiratif yang memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit jenuh dan stress. Ketika ia jenuh dan stress atau menemukan jalan buntu dalam suatu pekerjaan, setelah ia menikmati secangkir kopi, fikirannya seolah refresh dan kembali semangat. Kini, setiap pagi atau saat nongkrong dengan teman-temannya, ia selalu pesan kopi.
“Berbagai macam kopi pernah saya coba, ada espresso, arabuka, robusta, dan kopi lokal Indonesia di antaranya kopi Aceh dan kopi Lampung. Kadang, saya berburu kopi dengan teman, dan saat ngopi, tak lupa kami foto bareng, atau selfie sendiri dan kemudian di upload ke medsos Instagram dan Facebook sebagai informasi bagi penyuka kopi lainnya,” ungkap Cici kepada Tribunpekanbaru.com pada Rabu (7/7).
Nia juga suka ngopi, dan baginya kopi adalah minuman yang penuh misteri, di balik rasa pahitnya ada pesan yang disampaikan kepada penikmatnya. Seolah rasa pahit itu membangkitkan semangat. Maka, pada waktu-waktu tertentu saat ia murang mood dalam bekerja, ia tinggal memesan secangkir kopi, atau saat istirahat ia nongkrong sambil minum kopi.
“Kopi seolah seperti obat yang menyembuhkan kelesuhan dan membangkitkan semangat. Saking enaknya kopi, saya ingin berbagi kenikmatan itu melalui foto selfie yang saya unggah ke medsos. Bukan untuk pamer, namun untuk berbagi informasi dengan penyuka kopi lainnya,” ungkap Nia.
Rika Sari Dewi, gadis yang akrab dipanggil Sari ini suka ngopi karena setiap habis minum kopi ia jadi fresh lagi. Baginya, kopi punya efek tersendiri bagi dirinya, bisa ngilangin stress dan suntuk, bahkan kalau lagi sakit kepala ia jarang minum obat, tapi nyarinya kopi hitam. Ia minum kompi biasanya di tempat tongkrongan yang ada kopi enaknya, tak harus tempat yang mahal tapi di warung-warung kopi pinggiran juga menjadi pilihannya.
Hampir semua jenis kopi udah saya coba, mulai dari kopi Arabika, Robusta, dan kopi-kopi nusantara di antaranya kopi Aceh, kopi Lampung, dan berbagai varian kopi nusantara. Saat ngopi, saya tak lupa selfie, atau saat ngopi barang teman kami juga foto bareng dan foto itu saya upload ke Instagram dan Facebook, dan bahkan kadang dijadikan foto profil Whattsapp. Saya upload foto lagi ngopi supaya para penyuka kopi ngerasain nikmatnya kopi walaupun cuma dari foto. Kopi sudah jadi kebutuhan saya, setiap hari saya harus ketemu kopi, apalagi setiap kegiatan lebih enak saja ditemani secangkir kopi,” ungkap Sari.
Febrina sangat suka ngopi, apalagi kalau lagi suntuk, ngantuk, tak ada tujuan mau kemana, ia mencari tempat buat ngopi. Kopi yang sering ia nikmati adalah Cappucino, dan ia juga pernah mencoba kopi Espresso, skull head machiato, coffie latte, dan mochacino.
“Untuk menikmati kopi, saya suka mencari kopi di beberapa cafe yang menyatu rasa kopinya. Rasanya dapat banget deh pokoknya. Saat ngopi, pastinya tak lupa saya selfie dan tentunya di upload ke medsos di antaranya Instagram dan Path. Bagi saya, kopi seperti hidup, yang pahit itu bisa dinikmati,” ungkap Febrina.
Debby juga suka ngopi, dan ngopi satu dari rutinitasnya setiap pagi. Tiap pagi, ada sarapan dan secangkir espresso tanpa gula. Debby lebih suka ngopi di warung kopi tradisional daripada di cafe terkenal.
“Saya juga sering mencicipi kopi jenis robusta dan Arabica, tak lupa kopi dari provinsi-provinsi di Sumatera. Bagi saya, aroma kopi bisa jadi penambah semangat di pagi hari, awali pagi dengan minum kopi bisa membantu untuk tetap fokus dan berstamina. Saat ngopi, kadang saya juga selfie dan upload ke medsos untuk sekedar update status,” ungkap Debby. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ngopi-kolase_20170707_235424.jpg)