Pria dengan Testis Terbesar Di Dunia, Kisah dan Perjuangannya Untuk Bisa Hidup Normal
Kondisi aneh membuatnya tidak mungkin mengenakan pakaian, berjalan dengan mudah dan memaksanya untuk hidup seperti pertapa.
Penulis: | Editor:
TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pria memiliki kondisi medis misterius yang menyebabkan dia memiliki testis terbesar di dunia.
Dilansir dari Dailymail hal itu membuat dia menjalani rekonstruktif berkat postingan yang menjadi viral di Facebook.
Forisi Owiti Opiyo (21) dari Kibigori, Kenya, melihat alat kelaminnya membesar hingga sepuluh kali ukuran rata-rata.
Walaupun demikian hal itu membuat dokter bingung mengapa.
Hal itu dikatakan dipicu oleh kista saat dia berumur 10 tahun.
Kondisi aneh membuatnya tidak mungkin mengenakan pakaian, berjalan dengan mudah dan memaksanya untuk hidup seperti pertapa.
Pembedahan dimungkinkan setelah seorang tetangga berbagi foto testis Forence, yang tampaknya telah menelan penisnya, di halaman Facebook mereka.
Hal itu memicu kegemparan orang yang ingin membantunya, yang akhirnya mengizinkannya menjalani operasi untuk membentuk kembali alat kelaminnya dan memberinya kelamin seperti pria biasanya.
Setelah diperiksa, ahli bedah menjadwalkan dua operasi; Yang pertama untuk debulk penis dan menyingkirkan kelebihan massa testikel.
Kedua adalah merekonstruksi penisnya dan membuatnya menjadi bentuk dan ukuran yang lebih biasa.
Tim di balik prosedur tersebut percaya bahwa dia sekarang akan hidup normal, dan akan dapat melakukan hubungan intim dan bahkan menghasilkan anak.
Forence mengatakan 'benda' itu mulai sangat kecil, seperti bisul hingga akhirnya sebesar kepalan tangannya dan terus tumbuh.
"Saya sangat ingin memiliki anak pada suatu hari, itulah yang saya inginkan. Saya ingin bersyukur kepada Tuhan karena telah menyembuhkan saya." ungkapnya.
Kapan itu bermula?
Forence Owiti Opiyo pertama kali melihat kista pada alat kelaminnya di tahun 2006.
Prosedur awal menghapus pertumbuhan di tahun 2007 namun masalah tersebut muncul kembali beberapa tahun kemudian.
Namun, karena kekerasan pasca pemilihan di negaranya dia terpaksa tinggal di rumah dan diberi pengobatan.
Tapi obat-obatan itu tidak bekerja dan selama sebelas tahun terakhir kista itu tumbuh begitu besar sehingga ia berjuang untuk berjalan.
Dipaksa putus sekolah
Forence, yang orang tuanya meninggal saat berusia lima tahun, akhirnya harus putus sekolah karena testisnya tumbuh sangat besar.
Teman sekelas menggoda dia dan, karena tidak mampu menjalani operasi, dia mulai meluangkan lebih banyak waktu di rumah yang dia bagi dengan saudaranya Eliza dan neneknya.
Dia mulai memperbaiki sepatu dalam usaha untuk menghemat uang namun tujuannya untuk bisa membayar operasi masih jauh dari jangkauan.
Hampir putus asa
Tetangga Duncan Otieno mengambil beberapa foto mengejutkan anggota tubuh Forence yang cacat dan memasangnya di Facebook dengan sebuah permohonan bantuan.
Dia berkata mengambil foto Forence dan memposting di Facebooknya dan membagikannya di internet.
"Setelah tiga hari, kami mendapat telepon dari Our Lady of Mercy Ranguma dan sebuah ambulans menjemputnya dari desa." ungkapnya.
"Forence adalah orang yang sopan. Dia tidak banyak berbicara, atau mengganggu orang lain. Saya yakin dia bisa disembuhkan." tambahnya.
Operasi yang berhasil
Syukurlah untuk Forence, operasi di Jaramogi Oginga Odinga Teaching and Referral Hospital sukses.
Dr James Obondi, konsultan ahli bedah, mengatakan: "Kami menghindari syaraf, kami menghindari sirkulasi dan kami membawa poros itu ke ukuran yang seharusnya." ungkapnya.
James yakin Forence akan menikmati hidupnya seperti manusia normal lainnya.
"Dalam tiga bulan dia akan normal dalam fungsinya dan bisa melakukan semua yang dia inginkan." Ungkapnya.
Anak yang sangat riang
Jane Tombe, seorang perawat bedah yang membantu selama operasi dan proses penyembuhan yang didorong oleh optimisme dan positif Forence selama seluruh cobaannya.
Dia mengatakan belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya. .
Walaupun begitu dia mengatakan Forence adalah anak yang periang dan penuh perjuangan.
"Kehidupan kesehariannya pasti sangat menantang sebelum operasi tapi ada banyak harapan di dalam dirinya. Dia akan maju dengan baik." ujarnya.
"Anda tahu kapan Anda melihat kemajuan pasien dengan sangat baik dalam profesi saya; Saya sangat bahagia dan senang untuk Forence. Saya pikir Tuhan sangat mencintainya dan dia akan melakukannya dengan baik dalam hidup." tutupnya.
'Ini tidak mudah'
Forence sekarang dirawat oleh Eliza saudara.
"Akulah yang mengurus semuanya sekarang. Itu tidak mudah, sangat sulit." ungkapnya.
Dia mengatakan terkadang dia bertani atau memotong tebu dan terkadang menanam tomat.
"Kehidupan Forence tidak baik karena dia tidak punya teman yang datang mengunjunginya." tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/testis_20170719_124433.jpg)