Apa Kabar Berkas Kasus Hukum Hary Tanoe?

Dijelaskan, saat berkas tersebut diterima oleh kejaksaan kemudian dilakukan penelitian, ditemukan masih ada

Apa Kabar Berkas Kasus Hukum Hary Tanoe?
TribunPekanbaru/Dody Vladimir
MENINJAU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Agus Raharjo dan Jaksa Agung M Prasetyo meninjau Tugu Integritas atau Tugu Anti Korupsi di Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas, di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, Jumat (9/12) saat rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI). Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan berkas pengusaha Hary Tanoe dalam kasus dugaan ancaman melalui SMS terhadap penyidik Kejagung, sampai sekarang masih di kepolisian setelah sempat diterima oleh kejaksaan.

"Berkas Hary Tanoe masih di penyidik Polri setelah sempat diserahkan kepada kejaksaan," katanya seusai acara Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-57 tahun 2017 di Jakarta, Sabtu.

Dijelaskan, saat berkas tersebut diterima oleh kejaksaan kemudian dilakukan penelitian, ditemukan masih ada beberapa hal yang harus dilengkapi atau disempurnakan.

Hal itu, kata dia, untuk memenuhi persyaratan agar patut dan layak dilimpahkan ke penuntutan. "Kita tunggu dari Polri (berkasnya)," katanya.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menyerahkan tahap satu berkas yang melibatkan pengusaha Hary Tanoe dalam kasus dugaan ancaman melalui SMS terhadap penyidik Kejaksaan Agung ke Kejaksaan Agung.

Hary Tanoe yang merupakan CEO MNC Group sekaligus Ketua Umum DPP Partai Perindo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ancaman melalui SMS kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

Hary pada Jumat (7/7) memenuhi panggilan pemeriksaan polisi sebagai tersangka dalam kasus ini.

Isi SMS yang dikirim Hary kepada Yulianto adalah sebagai berikut: "Mas Yulianto, dapat membuktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman".

ktorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. 

"Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng," demikian isi SMS pengusaha itu.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved