Dinding Rumah Komplotan China Penjahat Siber Internasional Dilapisi Alat Peredam

Petugas terpaksa harus mendobrak pintu dan memwcahkan jendela depan bagian kiri rumah tersebut. Sebab,

Dinding Rumah Komplotan China Penjahat Siber Internasional Dilapisi Alat Peredam
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Bagian dalam rumah mewah di Jalan Sekolah Duta Raya nomor 5 RT 015 RW 002 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (29/7/2017) petang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sekitar 30 anggota Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menggerebek rumah mewah di Jalan Sekolah Duta Raya nomor 5 RT 015 RW 002 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (29/7/2017) petang.

Rumah dua lantai seluas sekitar 600 meter persegi tersebut diduga dijadikan tempat beroperasinya sindikat kejahatan siber internasional asal China.

Petugas terpaksa harus mendobrak pintu dan memwcahkan jendela depan bagian kiri rumah tersebut. Sebab, bagian dalam pintu utama rumah tersebut dipantek dengan kayu tebal.

Pantauan Tribunnews.com, tampak pecahan kaca menghampar di lantai bekas dobrakan jendela dari petugas.

Yang mengejutkan, rupanya terdapat busa tebal warna hitam yang menempel dengan triplek tebal di seluruh dinding dalam, pintu dan jendela rumah tersebut. 

Tidak hanya di lantai satu, dinding dan jendela kaca di lantai dua rumah tersebut juga dipasangi triplek dan busa tebal.

Menurut petugas, triplek dan busa tebal itu diduga bagian dari peralatan untuk memeluskan operasi kejahatan komplotan asal China tersebut.

"Jadi, waktu kami dobrak pintu utama ini, ternyata dipantek dari dalam. Nah, triplek sama busa tebal ini diduga kuat alat peredam. Diduga kuat peredam itu dipasang di seluruh dinding dalam rumah agar saat mereka beroperasi di sini tidak terdengar oleh orang dari luar," beber seorang petugas yang enggan disebut namanya.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiharto menjelaskan, penggerebekan ini adalah bagian dari pengungkapan kasus kejahatan siber internasional yang dilakukan sindikat asal China. Sindikat tersebut diduga melakukan penipuan dan pemerasan lintas negara dengan peralatan IT. Adapun sasarannya korbannya justru warga di China.

Dari penggerebekan ini, sebanyak 29 orang WN China diamankan. Sejumlah barang bukti peralatan IT juga diamankan dari dalam rumah ini.

Pengungkapan kasus ini hasil bekerja sama dengan kepolisian China.

Selain di Pondok Indah, tim gabungan juga melakukan pengerebekan serempak kasus serupa di beberapa titik di Bali, Surabaya dan Batam, sejak Sabtu siang hingga sore. (*)

Berita ini sudah terbit di Tribunnews.com dengan judul Seluruh Dinding Rumah Komplotan Kejahatan Siber Asal China di Pondok Indah Dilapisi Peredam

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved