Kondisi Rumah Ibadah Ini Bikin Haru, Dinding dari Anyaman Bambu dan Atapnya Daun Kelapa

Husaimi menilai, masih adanya tempt ibadah yang tak layak pakai tersebut dikarenakan kurangnya perhatian pemerintah untuk memperhatikan infrastruktur

Kondisi Rumah Ibadah Ini Bikin Haru, Dinding dari Anyaman Bambu dan Atapnya Daun Kelapa
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Kondisi rumah ibadah di daerah sebagian masih ada yang tidak layak pakai. Namun ketidak mampuan masyarakat untuk merehab dan memperbaiki membuat rumah ibadah tersebut tetap digunakan walau pun seharusnya tidak layak pakai.

Anggota Komisi V DPRD Riau, Huisaimi Hamidi menyampaikan, saat ia melakukan kunjungan kerja pada akhir pekan lalu ke kampung asalnya, Rokan Hilir, ia menemukan rumah ibadah yang kondisinya memprihatinkan. Dindingnya terbuat dari bambu yang dianyam, sedangkan atapnya dari daun kelapa.

“Saya kaget, terharu, dan hampir menangis melihatnya. Mushala yang ramai dikunjungi masyarakat kondisinya sangat menyedihkan, serba kekurangan. Seharusnya tak ada lagi rumah ibadah yang seperti itu. Saya melihat rumah ibadah seperti itu saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Tangga Batu, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir,” kata Husaimi kepada Tribun, Minggu (30/7).

Husaimi menilai, masih adanya tempt ibadah yang tak layak pakai tersebut dikarenakan kurangnya perhatian pemerintah untuk memperhatikan infrastruktur yang kebutuhan oleh masyarakat.

Bahkan lebih tepatnya menurut dia pemerintah menghambat pembangunan tempat ibadah di daerah, karena pengalokasiannya sebenarnya sudah ada dengan menggunakan dana bansos.

“Saya mengimbau agar pemerintah tidak menghambat pembangunan rumah ibadah di daerah. Harusnya pemerintah membantu dan memperhatikan, bukan malah sebaliknya,” tutur politisi PPP Riau ini. (*)

Penulis: Alex
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved