Kampar
Pengikut Kelompok NII di Kampar Sudah Ditangani FKUB Kampar
"Sudah belasan tahun. Nggak bisa satu jam dua jam (menyadarkannya). Makanya perlu pembinaan. Sampai sekarang masih ada," kata Gunawan
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: harismanto
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Keberadaan kelompok diduga anti-NKRI bernama NII di Kampar makin terkuak. Informasi ini terungkap dalam Seminar Cegah Radikalisme di Kampar yang ditaja DPD LIRA Kampar, Jumat (28/7/2017) lalu.
Komandan Rayon Militer 01/Bangkinang Mayor Arh. Gunawan hadir sebagai pembicara perwakilan Komando Distrik Militer 0313/KPR dalam seminar. Ia menyebut nama sebuah sekolah di bawah yayasan tertentu dimana NII telah berkembang.
Menurut Gunawan, sekilas, kegiatan kelompok ini tidak terlacak. Namun setelah diselidiki mendalam, aktivitas NII di sekolah yang berada di wilayah Bangkinang Kota tersebut terungkap. "Ada yang mengaku lepas dari situ (NII). Akhirnya dia tobat," ujarnya.
Gunawan mengaku, pihaknya bersama instansi terkait lain, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kampar sudah melakukan penanganan. Namun ia mengakui, keberadaannya tidak bisa ditumpas dalam waktu dekat.
"Sudah belasan tahun. Nggak bisa satu jam dua jam (menyadarkannya). Makanya perlu pembinaan. Sampai sekarang masih ada," kata Gunawan. Ia mengatakan, pembinaan terus dilakukan. Ia mengajak masyarakat tidak memusuhi pengikut kelompok ini.
"Hanya sedikit agak tersesat. Jangan dijadikan musuh bersama," ujar Gunawan. Ia berharap para pengikut dapat memilah paham yang salah dan kembali ke jalan yang benar.
Keterangan ini mirip dengan pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol. Zulkarnain Adinegara dalam sebuah kesempatan belum lama ini. Ia menyebut adanya kelompok radikal bernama NII di Kampar.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kampar, Devitra Romiza selaku Wakil Ketua Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan (PAKEM) Kampar, tidak menampik keberadaan NII di Kampar. Namun ia menolak berkomentar lebih jauh.
Menurut Devitra, pihaknya masih menyempurnakan penyelidikan. Meski begitu, ia mengaku, Tim PAKEM telah mengeluarkan rekomendasi.
"Kita baru mengeluarkan rekomendasi. Ya, soal adanya itu (NII)," katanya saat dikonfirmasi di sela-sela Seminar yang ditaja LIRA Kampar.
Ia hadir sebagai pembicara. Ihwal rekomendasi itu, ia enggan menjelaskan isinya secara rinci. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tribun-baru_20161230_092519.jpg)