Eksklusif

VIDEO: Lampu Merah Sengaja Dirusak, Jalanan di Pekanbaru Makin Macet

Jalanan yang menjadi langganan macet di antaranya simpang Mal SKA Pekanbaru, simpang Pasar Pagi Arengka, Jalan Riau, Jalan Ahmad Yani, Jalan Subrantas

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kemacetan lalu lintas di ibu kota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, belakangan makin dikeluhkan oleh pengguna jalan.

Terutama di jam-jam sibuk, seperti pagi hari saat warga berangkat kerja dan sorenya ketika pulang. Sementara titik-titik kemacetan terus bertambah.

Pantaun Tribun, kawasan jalanan yang menjadi langganan macet di antaranya simpang Mal SKA Pekanbaru, simpang Pasar Pagi Arengka, Jalan Riau, Jalan Ahmad Yani serta beberapa titik di Jalan Subrantas dan Jl Jenderal Sudirman.

Pada jam-jam sibuk kendaraan bermotor, baik itu mobil maupun sepeda motor, berjubel dan bergerak pelan.

Khususnya di pagi hari, jalanan ramain bukan hanya oleh para pegawai yang berangkat ke tempat kerja masing-masing. Tapi juga oleh anak-anak sekolah, baik yang naik kendaraan sendiri, angkutan umum, maupun diantar orangtua.

lokasi macet di Pekanbaru
lokasi macet di Pekanbaru (Grafis Riolis/Didik)

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Pekanbaru Kompol Rinaldo Aser menyebutkan, selain di jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari, kemacetan kerap terjadi pada siang hari ketika anak-anak pulang sekolah.

"Kemacetan biasanya terjadi di titik-titik tertentu, seperti di depan sekolah-sekolah, U-turn (tempat berputar atau berbalik arah), pusat keramaian, dan beberapa titik lainnya," papar Rinaldo kepada Tribun, Selasa (1/8/2017).

Penyebab kemacetan menurut Rinaldo beragam. Mulai dari pengendara yang tidak tertib, badan jalan yang dipakai tidak sesuai peruntukan seperti parkir dan berjualan, hingga jumlah kendaraan yang mengalami peningkatan setiap tahunnya dan tidak dibarengi dengan penambahan ruas jalan.

"Masalah ketertiban dan kedisplinan pengendara ikut andil. Seperti di U-turn Sola (Jalan Jenderal Sudirman), itu kan seharusnya harus mengambil jalur kanan kalau mau berbalik arah. Tapi yang terjadi, kebanyakan pengendara karena tidak mau sabar dan antre, mengambil jalur tengah atau kiri. Terjadilah kemacetan,” paparnya.

"Belum lagi adanya pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan. Parkir kendaraan di badan jalan. Itu jadi penyumbang kemacetan. Lihat saja di depan Ramayana, Jalan Sudirman, itu kan banyak yang parkir di badan jalan,” ujarnya menambahkan.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved