Eksklusif

Pengamat Perencanaan Kota Muhammad Sofwan: Benahi Transportasi Massal

Padahal, jika Trans Metro Pekanbaru berhasil menjadi solusi dalam mengurangi volume kendaraan di ruas jalan Kota Pekanbaru

TribunPekanbaru/Firmauli Sihaloho
Armada bus Trans Metro Pekanbaru berukuran sedang hasil hibah Kemenhub RI pada 2016 lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Muhammad Sofwan ST MT, dosen Fakultas Teknik Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Riau, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih jauh dari kata sukses dalam melakukan pembenahan di ranah transportasi angkutan umum massal.

Konyolnya, bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang seharusnya bisa meniru DKI Jakarta dalam mengurai volume kendaraan di jalanan, justru malah membuat rumit tata lalu lintas di jalanan kota.

Baca: VIDEO: Lampu Merah Sengaja Dirusak, Jalanan di Pekanbaru Makin Macet

Baca: Ruas Jalan di Pekanbaru tak Sebanding dengan Jumlah Kendaraan yang Terus Meningkat

Baca: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Riau akan Bangun Dua Fly Over

Hal ini harus dipandang ‘wajar’, sebab hadirnya bus Trans Metro di Kota Pekanbaru justru membuat instansi terkait hanya berorientasi pada segi profit (pendapatan) saja.

Padahal, yang paling ditunggu dari kehadiran bus Trans Metro di Kota Pekanbaru adalah benefit (keuntungan) bagi masyarakat. Salah satunya adalah berkurangnya jumlah volume kendaraan di jalan raya karena masyarakat beralih pada transportasi umum massal.

Berdasarkan pengamatan kasar di sejumlah ruas jalan yang juga menjadi jalur koridor bus Trans Metro, tingkat volume kendaraan belum mengalami pengurangan yang signifikan.

Padahal, jika Trans Metro Pekanbaru berhasil menjadi solusi dalam mengurangi volume kendaraan di ruas jalan Kota Pekanbaru, profit yang diharapkan akan datang dengan sendirinya.

Artinya, ada PR besar bagi Pemko Pekanbaru untuk mencari solusi dalam mengurangi volume kendaraan pribadi di ruas jalan umum.

lokasi macet di Pekanbaru
lokasi macet di Pekanbaru (Grafis Riolis/Didik)
Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved