Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bang Andi Menyapa

Tahniah ke-60 Provinsi Riau!

Semakin banyak orang tergantung dengan Riau, terutama Pekanbaru. Pembangunan diyakini semakin pesat. Ekonomi bertumbuh. Riau pasti semakin kompetitif

Editor: harismanto
Bang Andi Menyapa 

TEPAT pada Rabu, 9 Agustus 2017, Provinsi Riau akan genap berusia 60 tahun. Sebuah perjalanan panjang telah dilewati dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Lebih dari setengah abad.

Kita patut bersyukur atas segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Provinsi ini telah dibangun melalui banyak gagasan dan pemikiran. Oleh karena itu, sepatutnya jua kita haturkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pendiri, para pemimpin terdahulu dan seluruh pihak yang telah berkontribusi untuk pembangunan Negeri Melayu ini.

Di usia yang ke-60 ini, kita harus lebih optimis menatap masa depan Riau, karena Allah SWT telah memberikan anugerah yang luar biasa untuk provinsi ini. Tidak saja anugerah kekayaan alam (SDA) yang berlimpah, letak geografis yang strategis. Alhamdulillah setakat ini, kita di Provinsi Riau juga hidup dalam suasana yang aman dan kondusif.

Saya ingin menegaskan, begitu banyak alasan bagi masyarakat Riau untuk bersikap lebih optimis. Kita akui pada 2015 lalu pertumbuhan ekonomi Riau sempat melambat akibat harga migas yang menjadi andalan utama Riau turun drastis. Begitu juga harga komoditi kelapa sawit dan karet yang fluktuatif.

Namun, berbagai upaya yang kita lakukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi mulai menampakkan hasil kendati harga migas, komoditi kelapa sawit dan karet belum sepenuhnya sesuai harapan. Ini misalnya, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Riau pada triwulan I dan II tahun ini trennya cukup positif. Pertumbuhan ekonomi tanpa migas mencapai 4,86 persen dan dengan migas 2,82 persen. Angka inflasi di Riau pada momen Lebaran lalu yang biasanya relatif tinggi ternyata cukup rendah, hanya 0,27 persen.

Optimisme itu makin tumbuh dengan lajunya pembangunan infrastruktur terutama pada Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Bumi Lancang Kuning, seperti jalan tol lajur Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km. Progress pembangunan tol ini sudah mencapai 47 persen. Diperkirakan pada akhir 2017 atau awal 2018, seksi I Pekanbaru-Minas sepanjang 9,7 km sebagaimana yang diungkapkan Menteri BUMN Rini Soemarno sudah bisa dikomersialkan. Diharapkan pada 2019, jalan bebas hambatan yang akan menghubungkan kawasan Riau Daratan dan Riau Pesisir ini sudah selesai pembangunannya.

Sementara Tol Pekanbaru-Dumai dalam proses pembangunan, jalur tol Pekanbaru-Padang sepanjang lebih-kurang 240 km yang merupakan bagian dari Trans Sumatera segera menyusul. Direncanakan awal tahun depan pembangunannya pun sudah dimulai. Jika tol ini jadi, maka Pekanbaru-Padang akan terkoneksi. Jarak tempuh yang biasanya mencapai 8 hingga 10 jam perjalanan, bisa ditempuh hanya dengan waktu sekitar 3 atau 4 jam saja.

Pembangunan tol Padang-Pekanbaru akan paralel dengan pembangunan tol Pekanbaru-Dumai. Bila sudah terealisasi, maka jalur darat bebas hambatan antara Padang dan Dumai bisa memangkas belasan jam waktu distribusi yang biasanya harus ditempuh tanpa adanya jalan tol. Dua pelabuhan Samudera yakni Teluk Bayur di Padang dan Dumai di Riau pun akan terkoneksi.

Nantinya, investor atau eksportir yang memiliki pabrik di Riau bisa memanfaatkan pelabuhan Teluk Bayur untuk mengirimkan produknya ke India atau Afrika, misalnya.

Sebaliknya, pengusaha kerajinan atau industri makanan di Padang bisa memanfaatkan pelabuhan Dumai untuk memasarkan produknya hingga ke Cina atau Jepang. Ongkos kirim antara Sumatera Barat dan Riau, otomatis akan terpangkas nyaris separuhnya. Dengan terkoneksinya dua Pelabuhan Samudera ini, tentu saja akan meningkatkan daya saing terutama kawasan Sumatera bagian tengah.

Selain memangkas waktu dan cost distribusi, tentu juga daerah-daerah sekitar kiri-kanan sepanjang jalur tol akan bertumbuh dengan sendirinya, sebagaimana yang kita lihat di Pulau Jawa.

Di samping itu, rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru menjadi 3 ribu meter dan penambahan terminal penumpang juga menjadi kabar baik bagi masyarakat Riau. Selain diproyeksikan menjadi Embarkasi Haji, Bandara SSK II tentu akan semakin banyak didarati pesawat berbadan besar. Akan semakin banyak maskapai yang membuka rute penerbangan dari dan ke Pekanbaru.

Dengan kondisi ini, Pekanbaru dipastikan akan menjadi kota transit di Pulau Sumatera. Semakin banyak orang tergantung dengan Riau, terutama Kota Pekanbaru. Pembangunan pun diyakini semakin pesat. Ekonomi bertumbuh. Riau pasti semakin kompetitif. Semakin maju dan berkembang menjadi Kota Metropolitan Baru.

Tentu, masih banyak alasan lain yang membuat kita semakin optimis menatap masa depan Riau yang gemilang. Tahniah ke-60 Provinsi Riau! (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved