Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Eksklusif

Gaji Guru di SD Ini Hanya Rp 191 Ribu Sebulan, Ternyata Ini Penyebabnya

Menurut Riski, jumlah tenaga pengajar di lokasi tersebut hanya 13 orang. Tidak hanya itu, fasilitas di dalam sekolah tersebut jauh dari kata mencukupi

Penulis: Budi Rahmat | Editor: harismanto
Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat
Kondisi ruang belajar SD Negeri 028 dan 026 Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tak hanya kondisi bangunan sekolah dasar (SD) Negeri 028 dan 026 Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau yang memprihatinkan.

Bahkan, guru-guru di SD Negeri 028 dan 026 Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau itu hanya digaji Rp 191 setiap bulannya.

Angka yang tentu saja sangat jauh dari kata layak untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Fakta tersebut terungkap dari tim surveyor Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau,

Baca: VIDEO: Netizen Ini Bingung, Warna Pertalite dan Pertamax di SPBU Ini Kok Sama?

Menteri Riset dan Pendidikan BEM UR, Reski Ananda mengatakan, dari informasi dan data yang didapatkan dilokasi, bahwa guru-guru memang tidak mendapat perhatian yang layak.

Itu juga berbading lurus dengan kenyataan kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan.

"Jadi gaji tenaga pengajar hanya Rp 191 ribu perbulannya. Itu kita dapatkan dari fakta dari tim Surveyor," terangnya, Selasa (15/8/2017).

Menurut Riski, jumlah tenaga pengajar di lokasi tersebut hanya 13 orang.

Temuan Tim Surveyor Riset dan Pendidikan BEM UR, bahwa bangunan sekolah dasar (SD) Negeri 028 dan 026 berlantaikan tanah dan berdinding tepas atau anyaman bambu.

Baca: VIDEO: Ini Sosok Tampan Pengganti Ryan Tamrin di Dr OZ, Suaranya Bikin Cewek Klepek-Klepek

Tidak hanya itu, fasilitas di dalam sekolah tersebut jauh dari kata mencukupi.

Saking tidak mencukupinya, murid-murid pun harus membawa bangku atau kursi dari rumah masing-masing.

"Kita akan lakukan pertemuan terkait temuan di lapangan. Artinya masih ada sekolah-sekolah yang tidak layak dan harus menjadi perhatian," terang Riski. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved