Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Syahrum dan Aris Susanto Terima Keputusan Timsel Calon Bawaslu Riau

Ia mengganggap sudah ikut berjuang untuk bersaing di Bawaslu Riau. Semua prosedur dan persyaratan sudah

Penulis: Mayonal Putra | Editor:
TRIBUNPEKANBARU.COM/ALEX SANDER
Salah seorang pimpinan Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan sampaikan materinya dalam acara evaluasi Pilkada 2017 di Hotel Golden Tulip Pekanbaru, Selasa (16/5). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Peserta seleksi Bawaslu Riau Muhammad Syahrum dan Aris Susanto mengaku menerima keputusan Tim Seleksi (Timsel) calon anggota Bawaslu Riau. Kendati keduanya juga tidak lulus pada 12 besar sebagaimana sudah diumumkan di Pekanbaru. 

"Kita tidak masuk dalam kelompok yang memprotes keputusan Timsel. Bahkan kita menerima dan menghormati putusan itu. Meskipun saya sendiri tidak masuk ke 12 besar", kata Syahrum, mantan anggota Panwaslu Siak, Kamis (17/8/2017).

Baca: Manajemen PSPS Benarkan Philep Hansen Akan Tinggalkan Tim

Ia mengganggap sudah ikut berjuang untuk bersaing di Bawaslu Riau. Semua prosedur dan persyaratan sudah dipenuhi dan dilalui. Tiba-tiba kandas pada pengumuman menuju 12 besar, adalah hal biasa dalam sebuah kompetisi. 

"Sekali lagi saya katakan, saya menghormati keputusan Timsel. Karena menurut saya semuanya prosedural," kata dia. 

Sedangkan peserta lainnya, Aris Susanto juga mengatakan hal yang sama. Dirinya tidak pernah melakukan protes apalagi melalui media massa. Jika ada yang menyeret namanya sebagai peserta gagal yang protes, dia nyatakan itu tidak benar.

"Saya menghormati teman-teman peserta yang protes, tapi saya juga menghormati keputusan Timsel," kata Aris, mantan ketua Panwaslu Siak itu. 

Ia mengaku tidak kecewa dengan keputusan Timsel Bawaslu Riau. Meskipun awalnya ia optimistis bisa lulus dan menjadi anggota Bawaslu Riau. Sebab, ia tidak lagi ikut dalam seleksi Panwaslu kabupaten Siak. 

"Kita terima sajalah, karena kita suda berikhtiar. Artinya belum rezeki kita melaju ke Bawaslu provinsi, ya sudahlah," kata dia. 

Baca: 72 Tahun Merdeka, Desa Ini Cuma Dialiri Listrik 5 Jam Sehari

Sebelumnya peserta seleksi yang juga masih dari SiakN Dolsani dan Zulfahmi, begitu kecewa dengan keputusan Timsel calon anggota Bawaslu Riau. Mereka menyebut Timsel tidak transparan dalam memberikan penilaian serta pelaksanaan proses rekrutmen Bawaslu.

"Ini bukan soal lulus tidak lulusnya, tapi kita minta Timsel juga transparan mengumumkan nilai yang diperoleh peserta dari 3 rangkaian tes yang sudah kami jalani," kata dia, Selasa (15/8/2017) lalu. 

Ia menguraikan, 3 tes tertulis itu adalah tes berbasis komputer (CAT), tes kesehatan I, tes Psikolog I hingga wawancara Psikologi.  Ketiga rangkaian tes itu sudah masuk serangkaian penilaian, alih alih hanya diumumkan siapa yang masuk 12 besar. 

"Sepertinya Timsel  berpatok pada nilai testulis saja, sementara rangkaian tes kesehatan I dan Psikolog I maupun wawancara di RS Bayangkara Polda Riau tidak ada sama sekali penggabungan 3 tes tersebut," urai ketua PWI Siak itu.

Ditambahkannya tes kesehatan I dan tes Paikolog I maupun wawancara Psikolog bukan lagi persyaratan berkas. Karena penyeleksian berkas sudah dilalui bahkan  mulai dari surat dari Rumah Sakit Jiwa, tes kejiwaan dan psikologi  sudah dilaksanakan.  Begitupun persyaratan lainnya, bahkan sampai bebas narkoba, kesehatan jasmani, pengadilan ,SKCK dan lain sebagainya sudah dilalui. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved