Breaking News:

Anak Berkebutuhan Khusus ini Tampilkan Lukisan Membuat Orang Kagum

Fakultas kedokteran Universitas Riau menggelar seminar deteksi dini dan penanganan anak berkebutuhan khusus di perpustakaan Soeman HS Sabtu.

Istimewa
Lukisan anak berkebutuhan khusus karya dari Nadina Irina Chairunnisa menarik perhatian peserta seminar uang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Seminiar ini tentang deteksi dini penanganan anak berkebutuhan khusus di perpustakaan Soeman HS Sabtu (19/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM - Fakultas Kedokteran Universitas Riau menggelar seminar deteksi dini dan penanganan anak berkebutuhan khusus di perpustakaan Soeman HS Sabtu (19/8/2017).

Acara ini untuk memperingati dies natalis atau ulang tahun FK UR ke 16.

Hadir sebagai narasumber pada seminar ini adalah dr Denny Wellyam Sigarlaki, Dr. dr Donel, Utami T.W Singgih, Psikolog dan Rexsy Taruna.

Penggagas kegiatan dr Maya Savira mengatakan seminar ini memberikan pengetahuan bagi masyarakat awam bagaimana mendeteksi dan menangani anak berkebutuhan khusus (ABK).

"Anak berkebutuhan khusus sangat bervariasi bentuk kelainanannya. Kenali dan terima mereka dan ramahlah terhadap mereka" ujarnya.

Ia menambahkan setiap orangtua harus peka terhadap perkembangan anaknya.

"Pahami tahap perkembangan normal anak, jika dirasa ada sesuatu yg berbeda dengan anaknya segera konsultasikan ke profesional"ajak Maya.

Menariknya lagi dalam acara tersebut ditampilkan hasil lukisan anak berkebutuhan khusus karya dari  Nadina Irina Chairunnisa. Lukisan ini telah dilelang dan terkumpul donasi Rp8, 5 juta, yang diserahkan untuk panti asuhan.

Lukisan Irina panggilan akrabnya menarik perhatian peserta seminar,  karena dengan kondisinya seperti itu bisa menghasilkan karya yang wah.

Lukisan bergambar seekor burung yang hingga di ranting pohon itu terlihat indah dengan perpaduan suasana hutan sebagai latar belakangnya.

Ibu dari anak berkebutuhan khusus Nadina Irina Chairunnisa yang hadir dalam acara tersebut dr Andin Fauzia Andrini mengatakan terpenting bagi Orang tua penerimaan dan memahami dulu kondisi anaknya.

"Kenali kemampuan anaknya, konsultasikan kepada profesional dan fasilitasi anak supaya mencapai perkembangan kemandirian sesuai potensinya. Ini karena anak berkebutuhan khusus memiliki penanganan yang berbeda beda, " ujar Andin.

Dokter yang juga memiliki hobi olahraga berlari ini juga menjelaskan sebagai orang tua ABK  yang dibutuhkan anak adalah kesempatan dan cara pola asuh yang sesuai dengan kemampuannya.

"Memiliki anak berkebutuhan khusus adalah anugerah. Namun demikian Saudara, abang atau adiknya mesti diberi pemahaman yang baik dalam menerima kondisi saudaranya. Seperti untuk kasus Iran (anaknya), instruksi bisa lancar dilakukan dengan menunjukkan visual atau gambar dan bukan perintah lisan" diakuinya. (*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved