Penjaga Hutan Tasik Nambus Terkena Stroke, Begini Kisahnya
Meskipun fisik Yudaf tidak lagi sempurna, warga Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi ini tetap menjalankan aktifitas menjaga hutan
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: harismanto
Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fenando Sikumbang
TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Meskipun fisik Yudaf tidak lagi sempurna, warga Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi ini tetap menjalankan aktifitasnya sehari-hari untuk menjaga hutan di sekitar Tasik Nambus, Kecamatan Tebingtinggi Barat.
Akibat terserang stroke 7 tahun silam, Yudaf tidak bisa lagi menggerakan kaki dan tangan sebelah kirinya dengan maksimal.
Kendati demikian, pria berusia 57 tahun ini tidak gentar tinggal sendirian di tengah hutan.
Warga Banglas, Kecamatan Tebingtinggi ini biasa menginap di hutan seorang diri selama berhari-hari.
Bahkan Yudaf lebih banyak menghabiskan waktunya di hutan ketimbang bersama keluarganya.
"Kadang-kadang tiga hari saya menginap di pondok ini," ujar Yudaf saat ditemui di Tasik Nambus, Minggu (20/8/2017).
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tinggal di hutan, Yudaf mengaku membawa perbekalan dari rumah.
"Bawa beras dan ikan asin saja," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/panorama-hutan-di-sekitar-tasik-nambus-kecamatan-tebingtinggi-barat-kepulauan-meranti_20170820_182142.jpg)