Angkutan Online vs Konvensional

Spanduk Himbauan Larangan Angkutan Online Dicopot, Kadishub : Nggak Tau Kita Siapa yang Mencopot

Padahal sehari sebelumnya di titik ini terpasang spanduk himbauan larangan operasional bagi angkutan umum berbasis aplikasi online.

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Sebuah spanduk larangan beroperasi terhadap angkutan sewa berbasis online dipasang di sebuah halte yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Tepatnya di samping Kantor Walikota Pekanbaru, Jumat (18/8/2017). Di spanduk tersebut tertulis imbauan dilarang beroperasi bagi angkutan sewa berbasis online sepeti grab car, uber dan go car yang diduga belum memiliki izin. Spanduk tersebut sengaja dipasang oleh pihak Dishub Kota Pekanbaru. Sebab angkutan online tersebut belum memiliki ijin resmi beroperasi. Kamis (22/08/2017) spanduk ini sudah tidak terlihat lagi. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Migiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Spanduk himbauan larangan operaional angkutan umum berbasis online yang diduga menjadi pemicu bentrokan antara sopir taksi konvesnional dengan sopir taksi online sudah lagi terlihat. Spanduk himbauan yang dipasang di beberapa titik tersebut sudah dicopot. Pantuan Tribun, Selasa (22/8) di halte depan kantor Walikota Pekanbaru dan depan Kantor Dinas Perhubungan Jalan Sutomo Pekanbaru tidak lagi terlihat.

Padahal sehari sebelumnya di titik ini terpasang spanduk himbauan larangan operasional bagi angkutan umum berbasis aplikasi online. Anehnya, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mengaku tidak mengetahui siapa yang mencopot spanduk tersebut.

Baca: Disperkop UMKM Dorong Pelaku Usaha Lakukan Ekspor, Ini Alasannya

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Arifin Harahap saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu. Ia juga mengaku tidak ada mengintruksikan anggotanya untuk mencopot spanduk larangan tersebut

"Nggak tau kita. Ntah anggota atau siapa yang mencopot," katanya.

Sementara saat disinggung soal pernyataan Walikota Pekanbaru yang mengaku tidak mendapatkan laporan dari dinas perhubungan terkait pemasangan spanduk Aripin enggan berkomentar.

Baca: Punya Wajah Cantik dan Kulit Putih, Wanita ini Tak Malu Kerja Bangunan, Alasannya . .

"Itu bagian angkutan itu. Nanti saya coba tanya," katanya berkilah.

Pasca aksi bentokan antara sopir taksi kovensional dan takni online sikap Pemko Pekanbaru kembali melunak. Meskipun, Senin kemarin ratusan sopir taksi konvensional melakukan aksi demo ke kantor walikota Pekanbaru menuntut agar operasional angkutan berbasis aplikasi online di pekanbaru dihentikan.

"Bukan melarang atau tidak melarang. Kita gak melarang siapa pun yang mau berusaha. Kita kita nunggu regulasi," ujarnya.(*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved