Tertarik Teliti Ini, Berikut Agenda Mahasiswa Jepang Selama di Inhil

Sebanyak 8 orang mahasiswa Kobe University Jepang menggelar Joint Summer School di Kabupaten Inhil

Tertarik Teliti Ini, Berikut Agenda Mahasiswa Jepang Selama di Inhil
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Mahasiswa Kobe University Jepang peserta Joint Summer School saat disambut Bupati Inhil HM Wardan di kediaman dinasnya sebelum bertolak ke Pantai Solop, Rabu (23/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, T Muhammad Fadhli.

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Keunikan Mangrove serta Kebudayaan Suku Laut di pesisir Kuala Indragiri ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa jepang.

Sebanyak 8 orang mahasiswa Kobe University Jepang menggelar Joint Summer School di Kabupaten Inhil dalam rangka penelitian Mangrove serta Kebudayaan Suku Laut di pesisir Kuala Indragiri, Rabu (23/8/2017).

Bekerjasama dengan Universitas Riau (UR), mahasiswa asal negeri sakura ini didampingi Translator Summer School mahasiswa Jepang, Dosen UR PRJ. Haryono. AS, M SBw, M. Pd, Dosen Kobe, Dosen Kyoto serta akan didampingi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil melalui Disporabudpar Inhil.

Dosen UR, PRJ Haryono selaku pendamping rombongan menuturkan, kedatangan mahasiswa ini, selain meneliti mangrove, mereka juga tertarik dengan kebudayaan orang laut di pesisir Indragiri, sebuah suku bangsa namun kebudayaan baharinya mulai lenyap.

“Kedatangan kami bersama mahasiswa dari Jepang ini untuk meneliti pohon mangrove di pesisir Indragiri ini yang terluas di Riau, bahkan se-Indonesia yang tumbuh secara alami, tumbuh bagai raksasa dengan lingkaran pohon mencapai rata-rata 40 cm. Padahal umumnya, pohon bakau hanya memiliki lingkaran 20 cm,” ujarnya.

Selain itu, kehadiran mahasiswa dari Jepang ini sebagai bentuk keseriusan memperkenalkan kebudayaan orang laut sebagai sumber utama kebudayaan bahari didunia, karena suku laut itu aslinya dari Kabupaten Inhil, Provinsi Riau.

“Suku laut pada masa lalu mempunya kebudayaan yang cukup besar, akan tetapi perlahan lenyap. Namun berkat ekspos media dan ekspos hasil penelitian, maka keberadaan orang laut bisa diketahui oleh dunia,” papar PRJ Haryono yang juga jabat sebagai Presiden lembaga adat budaya dan bahasa orang laut Indonesia (LABBOLI) Kota Pekanbaru ini.

Penelitian ini direncanakan dimulai pada tanggal 23 Agustus 2017 di Pantai Solop, Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Inhil, serta dilanjutkan tanggal 24 – 29 Agustus 2017 rombongan bertolak ke Desa Panglima Raja dan Concong Luar, untuk meneliti budaya orang laut pesisir Indragiri. (*).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved