Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Terus Berkarya dan Berkreasi, Ini Target Lost Contact Band ke Depan

Punya selera dan aliran musik yang sama, akhirnya mereka pun membentuk sebuah band. Pemberian nama Lost

Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor:
TRIBUNPEKANBARU.COM/HENDRI GUSMULYADI
Lost Contact salah satu band bergenre Alternative rock/modern rock Kota Pelanbaru. Band yang dimotori oleh Rendy pada vocal, Martha guitar, Impun drum, dan Itang bass, mula dibentuk di Kota Jogjakarta 30 November 2008. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lost Contact salah satu band bergenre Alternative rock/modern rock Kota Pelanbaru. Band yang dimotori oleh Rendy pada vocal, Martha guitar, Impun drum, dan Itang bass, mula dibentuk di Kota Jogjakarta 30 November 2008.

Di kota jogja sendiri, para personil Lost Contact pada awalnya disibukkan dengan aktivitas kuliah. Sama-sama merantau dari Kota Pekanbaru, mereka pun memilih untuk tinggal di satu kontrakan (rumah), sehingga hari-hari pun selalu dihabiskan bersama.

Baca: Inilah Otak Pelaku Rampok yang Beraksi di Kawasan Pergudangan Angkasa II, Diringkus di Palembang

Punya selera dan aliran musik yang sama, akhirnya mereka pun membentuk sebuah band. Pemberian nama Lost Contact diambil dari kesibukan mereka sehari-hari yang banyak menghabiskan waktu di rumah, studio dan balik lagi rumah.

"Jadi awalnya kita gitu-gitu aja dalam bermusik, membuat kita gak tau kegiatan musik di luar sana. Pas sekalinya main keluar ternyata banyak event di Jogja, karena hal itu kita ngerasa lost contact sama dunia luar," sebut Vokalis Lost Contact, Rendy Ertha, Rabu (23/8/2017).

"Dan apalagi kebetulan kita dari Pekanbaru semua, jadi ya benar-benar ngerasa jauh aja dari semua. Dan akhirnya kita putusin pakai nama Lost Contact," tambah Rendy.

Sering hadir dalam acara-acara musik, akhirnya Lost Contact pun berkesempatan mencicipi panggung pada 30 November 2008 di daerah Seturan Jogjakarta. Saat itulah nama Lost Contact benar-benar jadi sebutan, sekaligus menjadi awal pembentukan band ini.

"Sempat beberapa kali mau ganti nama, tapi gak tau kenapa tetap balik lagi ke nama ini (Lost Contact). Tapi kami beranggapan melawan arti negatif dari nama itu, dan sejauh ini aman-aman aja," kata Rendy.

Dalam bermusik, Lost Contact lebih sering membawa karya sendiri dibanding lagu band-band papan atas. Terbiasa memperkenalkan lagu ciptaan, membuat mereka pun akhirnya merilis sebuah mini album "Rock For Everyone" berisi 6 lagu, yang rilis di Kota Jogjakarta tahun 2014.

"Di Jogja kita sih ngisi event sekitaran aja, kaya pensi SMA, kampus, sama gigs-gigs lokal lainnya," ucap Rendy.

Keberadaan Lost Contact di Pekanbaru terhitung sejak tahun 2014 yang lalu. Hingga saat ini mereka terus fokus untuk berkarya dan mengeluarkan single-single andalan.

Baca: Dosen Lulusan S3 Belanda Berikan Penyuluhan Tentang ISPA Terhadap Anak di Pekanbaru

"Kita saat ini lagi dalam proses pengumpulan materi album, sementara masih belum dapat aransmen yang fix.
Cuman Dalam waktu dekat mau rilis single dulu rencananya," ungkap Rendy.

Dalam bermusik, Lost Contact tidak pernah merasa bersaing dengan band-band yang ada. Khsusnya di Kota Bertuah, mereka berharap semua aliran lebih hidup, makin banyak band hebat, sehingga Pekanbaru memiliki aset musisi yang patut diperhitungkan.

"Jadi intinya menurut kita persaingan itu gak ada," jelasnya.

Lost Contact terus berusaha dan berkarya, disukai ataupun tidak, mereka kembalikan kepada selera masing-masing penikmat musik.

"Target ke depan ya album sih yang paling dekat, dan pengennya distribusinya nyebar ke daerah-daerah. Simple nya ya terus berkarya apapun keadaannya," tandas Rendy. (dri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved