Wisata Mangrove di Meranti Belum Maksimal Digarap

"Kita bisa lihat di berbagai daerah, mangrove mereka dikelola menjadi obyek wisata yang sangat menguntungkan.

Wisata Mangrove di Meranti Belum Maksimal Digarap
TRIBUNPEKANBARU.COM/GURUH BUDI WIBOWO
Kepala Dinas Pariwisata, Ismail Arsyad bersama para staf menikmati mie sagu di ekowisata Mangrove Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM,SELATPANJANG - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti, Ismail Arsyad mengimbau masyarakat Meranti menjaga dan melestarikan mangrove.

Pasalnya, tanaman khas pantai tersebut berpotensi dijadikan ekowisata Mangrove yang sangat menguntungkan.

Pemeritah desa kata Ismail, bisa menarik karcis kepada pengunjung yang datang ke ekowisata Mangrove.

Baca: VIDEO: Wow, Wanita Ini Lepas Busana di Depan Orang-orang saat Lihat Mantan Suaminya, Ini Alasanya!

"Kita bisa lihat di berbagai daerah, mangrove mereka dikelola menjadi obyek wisata yang sangat menguntungkan. Padahal hutan mangrove mereka tidak seluas di Meranti," ujar Ismail Arsyad, Rabu (23/8/2017).

Menurut Ismail Arsyad, di Meranti baru Desa Sungai Tohor saja yang tampak serius mengembangkan mangrove menjadi obyek wisata.

Padahal, sebagian besar wilayah perdesaan di Meranti memiliki hutan mangrove.

"Hutan mangrove tumbuh merata di hampir seluruh desa, namun animo masyarakat untuk mengelola menjadi ekowisata masih kurang," ujarnya. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved