Temuan Bakso Terindikasi Daging Babi, Firdaus Minta Pelakunya Diusut

Walikota Pekanbaru, Firdaus MT mengapresiasi temuan yang dilakukan pihak BBPOM.

Temuan Bakso Terindikasi Daging Babi, Firdaus Minta Pelakunya Diusut
TribunPekanbaru/Syaiful Misgiono
Bakso Mekar yang berada di Jalan Ahmad Dahlan. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru.cpm, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Firdaus MT mengapresiasi temuan yang dilakukan pihak BBPOM. Menurut dia apa yang dilakukan BBPOM adalah bentuk pengawasan sebab pihak BBPOM lah yang memiliki perangkat untuk melakukan pengawasan dan menguji sebuah produk makanan yang mengandung kandungan tertentu.

Dengan adanya temuan ini, dirinya berharap bisa segera diungkap. Apakah ini murni disengaja atau faktor kelalaian dari pemilik usaha bakso.

"Kalau disengaja harus ditindak secara hukum, tapi kalau tidak sengaja ini harus dilakukan pembinaan," kata Firdaus, Senin (28/08/2017) di kantor walikota Pekanbaru.

Seperti diketahui, sebuah warung Bakso di Pekanbaru diduga menjual bakso yang terindikasi menggunakan daging babi. Temuan ini terungkap dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Berdasarkan surat yang dikeluarkan BBPOM tanggal 23 Agustus, bakso yang terindikasi menggunakan daging babi tersebut adalah Bakso Mekar yang berada di Jalan Ahmad Dahlan.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Pekanbaru, Adrizal membenarkan adanya temuan tersebut. "Itu kemarin temuannya, setelah (melakukan pemeriksaan) sampel rutin. Kemudian kita periksa," kata Adrizal.

Namun sayang, Adrizal tidak bersedia menjelaskan lebih rinci kapan pemeriksaan sampel tersebut dilakukan. Dia hanya menuturkan bahwa pihaknya telah memeriksa pemilik warung bakso yang beralamt di Jalan KH Ahmad Dahlan tersebut. Dari pemeriksaan dan pengambilan keterangan yang telah dilakukan, pemilik warung bakso membantah telah membuat bakso dari daging babi. Dia juga memastikan bahwa keberadaan indikasi babi pada bakso yang dijual bukan merupakan kesengajaan pemilik warung.

"Pelaku usahanya juga sudah diambil keterangannya. Dia tidak tahu, tidak ada unsur kesengajaan. Itu sudah kita ekspose bersama Dinas Kesehatan kemarin,"katanya.

Sementara pemilik Bakso Mekar Suharianto membantah menggunakan daging bagi untuk membuat bakso di warung baksonya. Dirinya mengaku kaget saat mendengar temuan tersebut. Sebab selama ini dirinya selalu menggunakan daging sapi sebagai bahan baku untuk membuat baksonya.

"Kita tidak melakukan itu, dagingnya kita olah sendiri dan kita giling di pasar cik puan,"katanya.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved