Viral

VIDEO: Ini Kata BBPOM Tentang Warung Bakso Diduga Mengandung DNA Babi di Pekanbaru

berdasarkan pengakuan dari yang memiliki memang tidak mengakui jika mereka dengan sengaja. Karena mereka sendiri ragu apakah itu terkontaminasi

Laporan reporter Tribunpekanbaru.com,Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru mengelar eskpose, Selasa (29/8/2017) di Kantor BPPOM Pekanbaru Jalan Diponegoro menanggapi beredarnya surat yang menyatakan warung bakso mekar mengandung DNA babi.

Kepala Balai BBPOM Pekanbaru Mohammad Kashuri membenarkan prihal surat dan hasil uji sampling yang dilakukan terhadap warung bakso mekar tersebut.

"Sampel ini kita sampling pada bulan Mei sebelum puasa lalu. Kami jelaskan lagi seperti diawal tadi bahwa kami melakukan sampling secara rutin dan dilakukan secara acak. Kita saat sampel juga membuat berita acara dan tidak dilakukan secara diam-diam. Yang punya juga tau bahwa akan diuji secara laboratorium. Kenapa lama (proses uji) karena kami di Riau belum ada alat uji untuk DNA babi dan untuk itu sampelnya kami kirim ke Aceh," jelasnya.

Lebih jauh disampaikan, ketika hasil tes DNA di Aceh tersebut positif dilanjutkan dengan proses palidasi di Jakarta hingga pada Agustus ini dipastikan baha sampel tersebut mengandung Fragmen DNA Spesific Porcine (babi).

Baca: VIDEO: Pemuda Buta Dipandu Anjingnya Menuju Masjid, Dewan Syariah di Inggris Keluarkan Fatwa Ini

"Oleh karenanya, sebagai tindak lanjut sesuai dengan kewenangan kita sampaikan ke Dinas Kesehatan dalam arti untuk pembinaan dan menelusuri dan sementara yang bersangkutan kuga harus berhenti dulu dan punya kewajiban untuk memperbaiki," katanya.

Menurutnya, pemilik bakso mekar ini juga harus jujur memberikan informasi tentang olahan baksonya sehingga akan mempermudah BBPOM dan Dinas Kesehatan dalam memperbaiki.

"Nah, berdasarkan pengakuan dari yang memiliki memang tidak mengakui jika mereka dengan sengaja. Karena mereka sendiri ragu apakah itu terkontaminasi saat melakukan penggilingan atau saat pembelian daging," jelasnya.

Menurutnya, jika memang pada akhirnya yang menjadi penyebab terdapatnya kandungan babi tersebut berada di tingkat pasar atau penggilingan maka, akan lebih jauh lagi prosesnya.

Menurut dia tidak dilarang juga ada bakso mengandung daging babi asalkan pihak pengelola menyatakan secara terbuka bahwa makanan tersebut mengandung babi. Sehingga masyarakat yang mayoritas muslim dapat mudah memilih tempat yang tidak mengandung bahan-bahan haram menurut ajaran muslim tersebut.

"Yang penting itu harus penanda yang jelas supaya masyarakat muslim tidak salah beli dan terkecoh," katanya.

Sementara itu, bagai pengelola bakso mekar menurutnya jika tidak pernah dengan sengaja mengolah daging babi tersebut maka, hal tersebut perlu menjadi perhatian serius dalam hal proses pembelian daging dan penggilingan daging serta termasuk bahan-bahan pendukung yang digunakan dalam membuat bakso.

Seperti diberitakan sebelumnya berdasarkan hasil pengujian BBPOM Pekanbaru dengan nomor kode sampel 147/TPS/i/PBB/V/2017 yang ditujukan untuk Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, mencatat, bakso Mekar, terdeteksi Fragmen DNA Spesific Porcine (Babi).

Dalam surat tersebut, BBPOM merekomendasikan Diskes Pekanbaru untuk memberikan sanksi penghentian sementara kegiatan selama 21 hari kerja terhadap usaha bakso Mekar yang berada di Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved