Warung Bakso Terindikasi Menggunakan Daging Babi, Ini Tanggapan Ketua Pamor

Dirinya menyayangkan langkah BPOM yang terkesan memvonis pedagang bakso Mekar Sari tanpa ada klarifikasi yang memadai.

Warung Bakso Terindikasi Menggunakan Daging Babi, Ini Tanggapan Ketua Pamor
TribunPekanbaru/Syaiful Misgiono
Bakso Mekar yang berada di Jalan Ahmad Dahlan. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua Paguyuban Masyarakat Solo (Pamor) yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Riau, Bagus Santoso angkat bicara terkait temuan adanya warung bakso yang terindikasi mengandung daging babi. Dirinya menyayangkan langkah BPOM yang terkesan memvonis pedagang bakso Mekar Sari tanpa ada klarifikasi yang memadai.

"Itu secara tidak langsung dengan kasar untuk menutup pintu rezeki pedagang bakso. Mereka mengais rezeki dengan banting tulang peras keras" tegas Bagus yang juga menanungi anggotanya yang berdagang bakso.

Bagus menegaskan, BPOM jangan hanya mendasarkan hasil laborat, tetapi juga dilihat prosedur cara kerja yang dilakukakan pedagang bakso dari jualan, penggilingan hingga pembelian bakso.

Menurut Bagus, bisa saja bakso itu mengandung daging babi, tetapi pedagang bakso tidak tahu daging yang dibeli di pasar itu daging celeng. Dirinya meminta pihak terkait untuk mengcros cek juga penjual daging di pasar itu.

Akibat persoalan ini, kata Bagus, para pedagang bakso resah dan pemilik bakso mekar anak keluarganya menangis karena langkah BPOM yang terkesan bukan membina tetapi membinasakan.

" Kita dengar sendiri pemilik bakso mekar ini, mereka beli daging lalu digiling, terus siapa yang cek ini daging celeng" imbuh Bagus sambil menunjuk pemilik bakso mekar sari dan sejumlah anggota yang mengadukan ke rumah kediamannya.

Bagus Santoso mengingatkan BPOM dalam melakukan pengujian hendaknya juga diuji penjual daging di pasar. Terkait dengan pemberitaan yang menyebar bagus santoso berharap kepada pedagang bakso untuk tetap berjualan dan tak perlu kawatir. Begitu juga masyarakat umum tidak merisaukan makan bakso.

Agar pedagang bakso merasa nyaman mendapatkan daging halal, pemerintah melalui pemerintah terkait untuk mengawasi atau mengecek halal dan tidaknya daging yang di jual dipasaran. Sehingga tidak pedagang bakso yang jadi korban.

Dalam waktu dekat Melalui PAMOR akan mengumpulkan pedagang Bakso se provinsi Riau untuk mengklarifikasi persoalan yang dihadapi.

"Dalam waktu sesepatnya kita akan kumpulkan pedagang bakso untuk mengambil sikap terhadap persoalan ini" kata Bagus.

Seperti dikektahui, sebuah warung Bakso di Pekanbaru diduga menjual bakso yang terindikasi menggunakan daging babi. Temuan ini terungkap dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Berdasarkan surat yang dikeluarkan BBPOM tanggal 23 Agustus, bakso yang terindikasi menggunakan daging babi tersebut adalah Bakso Mekar yang berada di Jalan Ahmad Dahlan.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved