Firdaus Izinkan Bakso Mekar yang Terindikasi Gunakan Daging Babi Buka Kembali, Ini Alasanya

Pernyataan Firdaus tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dilapangan dan keterangan dari pemilik warung bakso.

Firdaus Izinkan Bakso Mekar yang Terindikasi Gunakan Daging Babi Buka Kembali, Ini Alasanya
TribunPekanbaru/Syafruddin Mirohi
Komisi III DPRD Pekanbaru dan Diskes Pekanbaru turun ke Bakso Mekar di Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru, melihat kondisi stok bakso, Selasa siang (29/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Firdaus MT Selasa (29/8) kemarin menegaskan, bahwa pedagang bakso mekar yang berada di Jalan Ahmad Dahlan adalah sebagai korban. Pernyataan ini diungkapkan Firdaus setelah dirinya mendapatkan laporan dari bawahanya yang menangani masalah ini. Bakso Mekar mendadak menjadi sorotan publik karena diduga menjual bakso yang teridikasi mengandung daging celeng.

"Ini yang mesti ditelusuri. Karena dalam kasus ini masyarakat yang korban begitu juga pedagang baksonya, mereka ini korban," kata Firdaus tegas.

Pernyataan Firdaus tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dilapangan dan keterangan dari pemilik warung bakso. Dimana pemilik warung bakso selama ini membeli daging yang dijadikan sebagai bahan baku baksonya di pasar yang dipasok dari Rumah Potong Hewan (RPH). Setelah itu baru dilakukan proses penggilingan.

Dirinya mengakui terdapat rantai distribusi yang cukup panjang dan rawan penyelewengan dari RPH menuju ke pasar. Selain distribusi dari RPH menuju pasar, dia juga mengatakan pusat penggilingan daging perlu diperhatikan.

"Dari RPH ke pasar itu kan ada jarak, jadi bisa saja ini dilakukan oleh orang tidak bertanggungjawa untuk mengoplosnya. Atau bisa saja di tempat penggilinganya yang terkontaminasi dengan daging babi. Kita tidak tau, ini meski ditelusuri. Ini mesti cerdas, yang salah siapa," bebernya.

Firdaus meminta kepada jajaranya untuk membantu Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru mengusut tuntas temuan bakso diduga mengandung babi.

"Kepada Dinas terkait bersama BBPOM, lanjutkan penelusuranya. Kejar ke hulu, jangan berhenti di hilirnya," sebutnya.

Pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha kuliner di Pekanbaru. Dirinya berharap jajarannya bersama BBPOM Pekanbaru dapat mengungkap kasus tersebut. Firdaus juga meminta kepada pedagang bakso Mekar, yang kini tutup lebih dari sepekan lamanya pasca temuan tersebut untuk menyelesaikan perizinan, termasuk surat laik sehat dan kembali beroperasi.

"Saya ingatkan, itu harus dibuka segera, kronologisnya kan sudah jelas. Penyebabnya bukan dari warung baksonya. Itu kan sudah tutup empat, saya minta besok sudah harus dibuka,"katanya.

Selain itu, Firdaus juga menyoroti terkait sampel yang diambil oleh pihak BBPOM. Dimana sampel tersebut sudah diambil sejak Mei lalu. Kemudian baru disampaikan dalam pekan ini. Sehingga jangka waktunya cukup lama, antara pengambilan sampel dan pengumuman hasil uji lab nya.

"Tiga bulan yang lalu diambil sampelnya dan baru diumumkan sekarang. Saya dapat kabar ternyata penyebabnya BBPOM kita tidak punya lab untuk menguji sampel itu, sehingga harus dibawa ke Aceh dan Jakarta," katanya.

Seperti diketahui Sebuah warung Bakso di Pekanbaru diduga menjual bakso yang terindikasi menggunakan daging babi. Temuan ini terungkap dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Berdasarkan surat yang dikeluarkan BBPOM tanggal 23 Agustus, bakso yang terindikasi menggunakan daging babi tersebut adalah Bakso Mekar yang berada di Jalan Ahmad Dahlan.

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved