Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Gelar Penyuluhan Makanan Sehat, STIKes Al-Insyirah Gelar Pengabdian

Tujuan utama penyuluhan ini untuk meingkatkan derajat kesehatan anak sekolah dengan mengkomsumsi jajanan sehat.

Penulis: Nolpitos Hendri | Editor: M Iqbal
TribunPekanbaru/Nolpitos Hendri
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Al-Insyirah Pekanbaru, menggelar pengabdian masyarakat berupa penyuluhan makanan sehat pada Selasa (29/8). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nolpitos Hendri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Al-Insyirah Pekanbaru, menggelar pengabdian masyarakat berupa penyuluhan makanan sehat pada Selasa (29/8). Penyuluhan ini bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Seorang Fasilitator Penyuuhan, Silmi Alfadri kepada Tribunpekanbaru.com penyebutkan, tujuan utama penyuluhan ini untuk meingkatkan derajat kesehatan anak sekolah dengan mengkomsumsi jajanan sehat.

Menurut Alfadri, menjadi bagian dari perubahan dunia merupakan hal yang seharusnya dimiliki oleh civitas akademik sebuah perguruan tinggi, baik itu perubahan dalam ranah penelitian, pengembangan pendidikan, perubahan dalam ranah kepedulian sosial, atau perubahan dalam derajat kesehatan.

"Hal seperti itulah yang dilakukan oleh civitas akademik STIKes Al Insyirah yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, tergabung dalam sebuah program "Komsumsi Jajanan Aman melalui Kantin Sehat bekerja sama dengan BPOM di Pekanbaru," ungkap Alfadri.

Program ini, kata Alfadri, telah berjalan sejak bulan Maret 2017 dan akan berakhir Desember 2017. Program ini menargetkan 500 sekolah setingkat SD, SMP dan SMA. Para fasilitator telah mengunjungi dan memberikan penyuluhan serta melakukan testkit untuk makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti, Formalin, Boraks, RodamiB, dan Methanil Yellow.

"Dari STIKes Al-Insyirah terdiri dari 32 orang fasilitator yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, setiap fasilitator akan membina 10 sekolah, sekolah tersebut tersebar di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Saya sendiri membina sekolah di Kabupaten Kampar dan 6 sekolah di Kota Pekanbaru," jelas Alfadri.

Materi penyuluhan yang diberikan, ulas Alfadri, tentang bahaya pangan di sekitar sekolah, seperti cemaran mikroba karena rendahnya kondisi kebersihan dan sanitasi, cemaran kimia akibat lingkungan yang tercemar limbah industri, penyalahgunaan bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan seperti pengawet, pewarna serta pengunaan bahan tambahan pangan yang melebihi batas maksimal seperti pemanis.

"Harapannya, pihak sekolah lebih peduli dan memperhatikan kondisi kantin di sekolah dan para siswa sekolah lebih bisa memilah dan memilih mana pangan yang baik dan sehat," tutur Alfadri. (Nol)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved