Hanya Belajar Secara Otodidak, Tony Roy Kini Jadi DJ Profesional
Kecepatan tangan dan kelihaiannya dalam memainkan piringan pada peralatan itu, mungkin akan membuat siapa pun merasa salut.
Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Hendri Gusmulyadi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kemampuan bermaian alat musik Disc Jockey (DJ) Founder dari M2000 DJ School, Tony Roy, memang tidak bisa diragukan lagi. Kamampuannya dalam memainkan piringan dan peralatan yang terlihat rumit itu, memang patut diacungi jempol.
Ditemui di Jalan Rawamangun/jalan Sentosa Perum Tiara Garden Nomor 15, Tangkerang Labuai, Pekanbaru, DJ Tony Roy tengah melakukan aksi yang menurut Tribun sangat Brilian.
Kecepatan tangan dan kelihaiannya dalam memainkan piringan pada peralatan itu, mungkin akan membuat siapa pun merasa salut.
Tombol-tombol yang terdapat pada alat pun tak luput dari jangkaun pria yang kini telah menginjak umur 42 tahun itu. Seluruh bagian yang terdapat pada alat DJ miliknya, terkesan sudah ia kuasai fungsi dan teknik memainkannya.
"Awalnya saya adalah anak break dance, ikut lomba keliling kota. Kemudian hijrah ke Medan, hampir semua perlombaan break dance saya menjuarainya. Disanalah saya tertarik dengan DJ karena sangat erat kaitannya dengan Break Dance," ungkap pria yang mengaku telah bermain DJ sejak tahun 1993 ini, Rabu (30/8/2017).
Sembari mamainkan peralatan DJ nya di Depan Tribun, Tony mengungkapkan bahwa dalam belajar musik DJ ia berpedoman kepada beberapa DJ kondang yang ada di Kota Medan.
"Saat itu jujur saja, tidak ada yang tertarik untuk menjadi guru saya, mungkin waktu itu karena saya belum sanggup membayar biaya DJ School. Bisa dibilang hidup saya sangat susah pada saat itu, jangankan kan mau belajar DJ, makan saja cuman 1 kali sehari," ungkap Tony yang juga akrif dalam bela diri Muay Thai.
Pada akhirnya, Tony pun nekat belajar DJ sendiri pada saat pindah ke Kota Dumai. Tidak butuh waktu lama, hanya satu minggu saat itu, ia pun mulai bisa memainkan teknik bermain alat musik DJ.
"Dan setelah saya menikah saya terus menggali ilmu DJ yang saya punya, semua secara otodidak selama 5 tahun. Akhir nya saya merasa perlu mengupdate ilmu DJ saya karena saya merasa sangat butuh skill lebih. Pergilah ke Jakarta, belajar bersama master DJ Maxx Don (Amerika), seorang DJ internasional," papar Tony.
Setelah lulus dari DJ School dan mendapatkan sertifikat Internasional di Jakarta, Tony pun akhirnya bekerja di salah satu club ternama di Jakarta. Disitulah kemampuannya bertambah, hingga lebih dikenal di kalangan DJ profesional.
Selain mendapatkan penghasilan melalui profesi DJ, Tony juga sering mengikuti kompetisi DJ Profesional.
Satu di antaranya pada tahun 2005, ia mengikuti perlombaan Wold DJ Champiomship DMC tingkat Sumatera dan berhasil meraih juara 1.
"Kala itu saya langsung menjadi perwakilan Sumatera pada Final DMC di Jakarta. Dan alhamdulillah pada saat itu sata hanya mampu di Semi Final se Indonesia," sebutnya.
"Yang membanggakan bagi saya, DMC itu lavel tertinggi utk lomba di dunia DJ," imbuh Tony.
Tony banyak mengisi acara di Indonesia. Bahkan pria ini tak jarang diundang ke Luar Negeri dan Bekerja di Club yang adi di sana.
"Di malaysia, Singapura, saya pernah kerja disana," ujarnya.
Tony salah satu DJ yang terus mempertahankan karakter, ia tak jarang tampil mengenakan pakaian ala Hiphop hingga saat ini.
"Saya selalu berusaha atraktif saat di booth, sehingga bisa membuat suasana menjadi pecah. Diisi juga dengan rapper and scratching saat bermain," lanjut Tony.
"Untuk kostum (hiphop, red) saya tak pernah tinggal," katanya.
Keberhasilan Tony dalam dunia DJ, diimplementasikannya dalam bentuk membuka sekolah DJ. Sekolah yang diberinama M2000 ini, telah melahirkan ribuan DJ yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. (dri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/dj-tony-roy_20170830_225018.jpg)