Pembunuhan di Air Molek
Pembunuhan di Air Molek, Nyawa Teman Kecil Dibayar Murah Hanya Gara-gara Ini
Informasi yang diterima dari Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari pelaku sengaja membunuh korban setelah sempat adu mulut dan kemudian berkelahi.
TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Pihak Kepolisian dari Polsek Pasir Penyu dan Polres Inhu meringkus pelaku pembunuhan Aldian Abdul Kholik (20), warga Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Jumat (1/9/2017).
Jenazah Kholik ditemukan warga di semak-semak dan kemudian membuat gempar warga Air Molek.
Pelaku diketahui berinisial Dk (20), ditangkap di rumahnya yang berada di Jalan Sidomulyo, Desa Sidomukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.
Informasi yang diterima dari Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari pelaku sengaja membunuh korban setelah sempat adu mulut dan kemudian berkelahi.
Mereka memperdebatkan uang Rp 2 juta yang sudah diberikan pelaku kepada korban untuk membeli sepeda motor.
Padahal keluarga korban mengungkapkan keduanya merupakan teman kecil.
Arif menjelaskan saat ditangkap pelaku mengakui perbuatannya.
Baca: Raisa Ungkap Perasaannya Akan Segera Dipersunting Hamish Daud Setelah Lakukan Proses Adat
Baca: Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa, Lukaku dan Ronaldo Cetak Hat-trick
Saat ini pihaknya sedang mendalami pengakuan tersangka terkait perbuatannya itu.
Hasil interogasi sementara, diketahui bahwa kejadian pembunuhan ini bermula dari permasalahan perjanjian empat hari sebelumnya.
"Korban menawarkan sepeda motor kepada pelaku seharga Rp 2 juta, tawaran itu kemudian disetujui oleh pelaku dengan menyerahkan uang sejumlah yang dimaksud kepada korban," kata Arif.
Setelah empat hari berlalu, korban tak kunjung memberikan sepeda motor yang ditawarkan pelaku.
Sementara pelaku terus mempertanyakan sepeda motor tersebut.
"Sempat terjadi adu mulut antara pelaku dan korban yang berujung perkelahian," kata Arif.
Saat berkelahi, tersangka mengaku bahwa korban menggunakan pisau.
Baca: Ada yang Bilang Makan Terpedo Kambing Bisa Menaikkan Libido Seksual, Benarkah Demikian?
Beberapa kali pelaku berusaha menghindari serangan pisau korban, namun upayanya beberapa kali sabeten pisau korban mengenai tubuh pelaku.
Saat sedang berkelahi korban tak sengaja menjatuhkan pisaunya dan kemudian direbut oleh pelaku.
Saat itu, Dk tidak tinggal diam dan langsung menusukan pisau tersebut ke dada korban.
Pisau yang menancap di dada, membuat Kholik tak berdaya dan terkapar di lokasi yang berada tak jauh dari Kantor Lurah Tanah Merah, Kecamatan Pasir Penyu, Inhu.
Sementara pelaku langsung melarikan diri ke Pelalawan.
Hingga kemudian jenazah Kholik ditemukan warga di semak-semak dan kemudian membuat gempar warga Air Molek.
Saat ditemukan tidak ada tanda identitas yang ditemukan di tubuh korban.
Selanjutnya jenazah Kholik dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat di Kelurahan Pematang Rebah, Kecamatan Rengat Barat, Inhu oleh pihak Kepolisian.
Pengungkapan identitas Kholik, bermula dari penemuan sepeda motor Honda Vario dengan plat nomor BM 4636 VV yang terparkir tak jauh dari lokasi kejadian.
Hasil pengembangan terkait sepeda motor tersebut, Polisi mengungkap identitas korban dan melanjutkan dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan.
Arif menerangkan, pengembangan tidak hanya sampai pada penangkapan pelaku namun pihaknya berupaya mengumpulkan bukti-bukti berkenaan dengan kejadian pembunuhan ini.
Di TKP, Polisi mengamankan satu helai jacket warna abu-abu, dua bungkus rokok, satu pasang sendal warna coklat.
Sementara sebilah pisau yang digunakan pelaku membunuh korban ditemukan di dalam got yang tak jauh dari lokasi penemuan jasad Kholik.
Tewasnya Kholik menyisakan kesedihan yang mendalam di hati keluarga. Widi, salah satu abang kandung korban mengungkapkan selama ini adiknya tidak pernah bermasalah dengan orang.
Begitu juga dengan Deri Widianto yang juga abang kandung korban mengungkapkan bahwa Kholik dan Dk merupakan teman kecil.
"Dulu keluarga pelaku pelaku pernah menjadi tetangga kami, jadi saya kenal pelaku ini semenjak kecil," kata Deri.
Saat kecil, Kholik dan Dk sering bermain bersama. Namun sekitar tujuh tahun lalu keluarga Dk pindah dari lingkugan mereka oleh karena masalah tertentu.
Setelah bebeberapa tahun berlalu Deri mengaku tidak tahu kalau Dk dan Kholik kembali bertemu.
Selain itu, Deri menjelaskan bahwa Kholik tidak pernah memiliki bisnis menjual sepeda motor sesuai dengan pengakuan tersangka kepada pihak Kepolisian.
"Adik saya hanya seorang supir membawa mobil bak, dia tidak pernah bisnis jual beli sepeda motor," katanya.
Sementara itu, Widi mengungkapkan Kholik dan Dk memang sudah berteman semenjak kecil dan bertemu kembali selama beberapa hari belakangan.
Bahkan kata Widi, Dk sering main ke rumahnya bersama dengan adik korban, termasuk saat hari kejadian atau pasnya pada Kamis (31/8/2017) lalu Dk sempat berkunjung ke rumah Widi.
Kemudian Dk dan Kholik pergi bersama saat sore hari sekira pukul 20.00 Wib.
Namun sekitar pukul 21.00 Wib, Widi berupaya menghubungi nomor telepon Kholik namun tidak mendapat jawaban.
Begitu pula SMS yang dikirimkannya juga tidak mendapat balasan.
"Saat itu perasaan saya sudah nggak enak," katanya.
Bahkan sms yang dikirimkannnya merupakan sms peringatan kepada Kholik terkait kecurigaannya terhadap perilaku Dk.
Kecurigaanya itu terjawab setelah dia melihat media sosial dari perangkat temannya yang memajang foto Kholik yang meregang nyawa dengan kondisi kaku dan di dadanya terlihat bekas tusukan benda tajam.
Widi yang mengetahui hal itu langsung berangkat ke RSUD Indrasari untuk mengecek kebenarannya.
Setelah memastikan kebenaranya, jenazah Kholik dibawa pulang oleh keluarganya untuk dimakamkan di TPU Tanjung Gading pada Jumat (1/9/2017) pagi sekira pukul 09.30 Wib. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pelaku-pembunuhan-di-air-molek_20170902_101150.jpg)