Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Diskriminasi Masih Dirasakan SLB Sekar Meranti

Bahkan ada anak-anak penyandang disabilitas seringkali dikurung, dikucilkan dan tidak mendapatkan

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor:
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Murid SLB Sri Mujinab Pekanbaru tengah mengerjakan soal ujian di sekolahnya, Selasa (2/5/2017). Terdaftar sebanyak 19 murid tunagrahita dan tunarungu dari SD hingga SMA yang mengikuti ujian sekolah tersebut, sedangkan yang mengikuti ujian nasional sebanyak lima murid, terdiri dari empat siswa tunarungu dan satu murid tunanetra. 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Kepala Sekolah SLB Sekar Meranti, Syafrizal mengungkapkan anak-anak Disabilitas di desanya masih mendapatkan diskriminasi.

Menurutnya, keluarga dan masyarakat di Rangsang Barat masih ada yang malu jika anak mereka penyandang disabilitas.

Bahkan ada anak-anak penyandang Disabilitas seringkali dikurung, dikucilkan dan tidak mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan.

"Padahal mereka lebih membutuhkan pendidikan dibandingkan anak normal pada umumnya," ujarnya, Jumat (8/9/2017).

Bahkan, diskriminasi tersebut pernah dialami anak-anak SLB Sekar Meranti pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 72 kemarin.

"Murid-murid merasa diasingkan, mereka tidak diundang dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih di Kantor Camat Rangsang Barat. Padahal seluruh sekolah diundang," ujar Syafrizal.

Karena tidak diundang, pihak sekolah berinisiatif menggelar upacara pengibaran bendera HUT RI di halaman sekolah.

"Sedih rasanya melihat mereka dipandang sebelah mata. Untuk menghibur mereka, kami mengelar lomba lari dalam karung dan tarik tambang," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved