Tak Satupun BUMD Riau Capai Target Deviden

Semua BUMD Riau tidak capai target deviden bahkan jauh dari yang diharapkan Pemerintah

Tak Satupun BUMD Riau Capai Target Deviden
Internet
BUMD

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memiliki sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) namun untuk tahun 2016 sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan BPK, kontribusinya sangat kecil.

Untuk BUMD sekelas Bank Riau Kepri saja dari deviden yang diterima Pemprov Riau hanya Rp37 Miliar dari yang ditargetkan Deviden nya Rp136 Miliar. Ditambah dengan Bumi Siak Pusako dan PT SPR yang juga turun drastis akibat turunnya harga minyak dunia.

Semua BUMD Riau tidak capai target deviden bahkan jauh dari yang diharapkan Pemerintah sebagai yang membuat target untuk sektor pengelolaan kekayaan daerah tersebut.

Ironisnya lagi ada BUMD yang realisasinya bahkan nol, padahal diberi target yakni PT PIR. Sedangkan dua BUMD lainnya PT RAL dan PT Riau petrolium tidak ada target apa apa sehingga capaian juga tidak ada.

Sebagaimana dalam laba yang dibagikan bagi penyertaan modal dimana dari semua BUMD ditargetkan tahun 2016 Sebesar Rp216, 8 Miliar, realisasi hanya Rp828, 5 Miliar sedangkan capaian 2015 Rp176, 9 Miliar.

Sehingga capaian nya hanya 38,12 persen, bahkan 50 persen juga tidak bisa dicapai. Ini menjadi penyebab menurunnya pendapatan daerah.

Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Riau Darusman menyebutkan Penurunan terbesar bersumber dari tidak
tercapainya target pendapatan dari deviden PT. Bank Riau Kepri dikarenakan
berubahnya proporsi pemegang saham sebagai dampak dari adanya penambahan penyertaan modal dari Kabupaten/Kota seperti Kota Batam dan Kabupaten Meranti.

"Namun kalau tekhnisnya lebih baik yang jelaskan itu Dirut Bank Riau saja,"ujar Darusman kepada Tribun Jumat (15 /9).

Darusman juga menambahkan kondisi ini diperparah dengan anjloknya harga minyak dunia, karena dari segi Deviden dari PT Bumi Siak Pusako sendiri tahun 2015 masih berkontribusi Rp429.245.000 Miliarebih bagi Pemprov dan tahun 2016 Hanya Rp6 Miliar.

"Begitu juga PT. Sarana Pembangunan Riau dikarenakan menurunnya tingkat pendapatan kedua BUMD tersebut sebagai dampak dari menurunnya harga minyak di pasar minggu Internasional. Dimana dari tahun sebelumnya deviden Rp18 Miliar kini menurun jadi 600 juta, "jelas Darusman.

Kabiro Ekonomi menyebut hasil audit yang dilakukan BPK tersebut tentunya menjadi bahan evaluasi kedepan guna meningkatkan dan memajukan BUMD.

" Kedepannya mudah mudahan stabil harga minyak dunia PAD bertambah dan realisasi tercapai target, "ujar Darusman.

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved