Ombudsman Riau Targetkan Penyelesaian Laporan Masyarakat 90 Persen

Diakuinya, media massa di Provinsi Riau sejauh ini sudah berkontribusi cukup besar dalam mendukung tugas Ombudsman.

Ombudsman Riau Targetkan Penyelesaian Laporan Masyarakat 90 Persen
Foto/net
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) 

Tak hanya media, dibeberkan Ahmad Fitri, dalam hal ini partisipasi aktif dari masyarakat sendiri juga sangat dibutuhkan.

Lebih jauh Ahmad Fitri memaparkan, total jumlah laporan dan pengaduan masyarakat yang masuk ke Ombudsman dari tahun ke tahun sifatnya fluktiatif.

Pada tahun 2013, Ombudsman menerima 162 laporan. Tahun 2014 sebanyak 246 pengaduan, tahun 2015 sebanyak 201 pengaduan.

Selanjutnya, pada tahun 2016 ada 203 pengaduan. Dan pada tahun 2017, sejauh ini sudah 139 pengaduan yang masuk.

Adapun sektor yang paling banyak pengaduannya dari masyarakat dalam masalah bidang pelayanan publik ini adalah pertanahan dan pendidikan. Kebanyakan masyarakat melapor dan mengadu lewat email.

Sementara itu, selain Pekanbaru, adapun Kabupaten/Kota yang mendominasi pengaduan masyarakat adalah Kabupaten Kampar dan Siak.

"Dari keseluruhan laporan dan pengaduan dari masyarakat, tingkat penyelesaiannya rata-rata di atas 60 persen. Khusus untuk tahun 2017 ini, Ombudsman menargetkan tingkat penyelesaiannya sebesar 90 persen," kata dia.

Dari data terakhir dijelaskan Ahmad Fitri, tingkat penyelesaiannya laporan dan pengaduan masyarakat tahun 2017 ini sudah menyentuh angka 70 persen.(*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved