Kades Babussalam Sebut 75 Batang Bibit Kurma Telah Tiba

Ia menambahkan, dengan 75 batang bibit kurma yang sudah tiba di desanya, kini pihak desa tengah melakukan

Kades Babussalam Sebut 75 Batang Bibit Kurma  Telah Tiba
TribunPekanbaru/TheoRizky
Sebuah pohon kurma di Mesjid Agung An Nur Pekanbaru berbuah. Pohon yang sudah berumur empat tahun tersebut baru sekali ini berbuah setelah dilakukan penyerbukan oleh pihak pengurus mesjid sekitar 1,5 bulan yang lalu, Kamis (28/4/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Donny Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Rencana pembuatan kebun kurma di lahan 1 hektar milik Desa Babussalam Kecamatan Rambah, yang dianggarkan melalui Dana Desa (ADD) tahun 2017 saat ini sudah tahap pembersihan lahan.

Kepala Desa (Kades) Babussalam, Kecamatan Rambah, Basron mengungkapkan, 75 batang bibit kurma jenis KL1 benih unggul tropis, dan siap ditanam telah tiba.

Ia menambahkan, dengan 75 batang bibit kurma yang sudah tiba di desanya, kini pihak desa tengah melakukan pembersihan lahan dan dalam waktu dekat akan di leand clearing lalu bibit akan ditanam.

"Saat ini masih tahap pembersihan lahan 1 hektar, jumlah bibit 75 batang sudah tiba, dalam waktu dekat sekalian mengurus surat-surat kita sudah melakukan penanaman, yang nantinya didampingi oleh tim ahli dari UNRI," katanya, Jumat (22/9/2017).

Lebih lanjut dijelaskanya, Kebun kurma yang akan dibangun Desa Babussalam, mendapat respon positif dari para akedemisi khususnya UNRI. Sehingga, program tersebut mendapat pendapingan dan merupakan program binaan akademisi, karena konsepnya berbeda dengan desa lain di Rohul dalam penggunaan DD.

"Bibit KL1 yang sudah diakui benih unggul tropis dibeli usia 1,5 tahun, dan pada usia 3 tahun sudah berbuah. Kita harapkan, melalui konsep agro wisata di areal kebun kurma nantinya kita juga menata karena sudah siap master plan-nya. Termasuk nantinya ada kolam renang, dan itu sudah siap namun tetap masih butuh perbaikan dan masukan agar lebih baik lagi nantinya," ungkapnya.

Basron menuturkan, dalam menjalankan konsep agro politan di kawasan kebun kurma, nantinya secara langsung BUMDesa Babussalam Sejahtera yang mengelolanya.

Nantinya, tambah Basron, masyarakat tidak ada yang terlibat menjual barang, namun hanya hasil produk masyarakat Babussalam dan home industri termasuk luar Desa Babussalam yang ditampung asal layak untuk dijual di agro politan tersebut.

"Kita berharap nantinya, masyarakat tidak lagi memikirkan kemana produk mereka mau dijual. Bila memang itu layak, maka BUMDesa Babussalam Sejahtera yang membelinya, namun itu ada targetnya. Kita butuh dukungan seluruh elemen, Pemkab Rohul dan akademisi, agar program ini bisa berjalan dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat banyak di Desa Babussalam," harapnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved