Warga di Siak Ini Keluhkan Buruknya Infrastruktur Jalan dan Minimnya Air Bersih

Masyarakat dusun Belantik, kecamatan Siak sangat mengharapkan perbaikan jalan Parit Baru menuju dusun

Warga di Siak Ini Keluhkan Buruknya Infrastruktur Jalan dan Minimnya Air Bersih
Istimewa
Kondisi jalan poros Desa Makeruh sebelum dilakukan perbaikan secara swadaya oleh masyarakat. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Keluhan dan aspirasi warga di daerah pemilihan (Dapil) I, yang meliputi kecamatan Siak, Mempura, Bungaraya, Sabak Auh, Sungai Apit dan Pusako didominasi terkait infrastruktur jalan dan air bersih. Dua item tersebut masih menjadi harapan di masyarakat Dapil I ini.

Hal itu terungkap dari hasil reses I 2017 anggota DPRD Siak yang sudah dibacakan pada rapat paripurna yang digelar akhir pekan lalu. Salah satu anggota DPRD Siak Sujarwo mencatat aspirasi tersebut.

Masyarakat dusun Belantik, kecamatan Siak sangat mengharapkan perbaikan jalan Parit Baru menuju dusun Belantik. Sebab, jalan itu menjadi akses penting bagi masyarakat setempat. Sedangkan keadaannya sangat memprihatinkan.

"Memang kondisi jalan rusak, sudah berlubang-lubang. Karena akses itu dilalui hampir oleh semua warga. Termasuk anak-anak pergi dan pulang sekolah", kata Sujarwo, Kamis (21/9/2017).

Ia menyebut, akses jalan itu juga tidak terlalu panjang. Ia memperkirakan hanya 1 Km, namun menjadi akses paling penting bagi kampung itu.

Selain itu, masyarakat dusun Belantik juga meminta Pemkab untuk melebarkan jalan poros di dusun itu. Karena penduduk dan kendaraan semakin padat sedangkan jalan masih sangat sempit.

Masih permintaan warga dusun Belantik, terkait pasar sekali sepekan di depan Fery penyebrangan agar tidak digusur. Sebab, pasar itu ibarat nadi perekonomian bagi masyarakat sekitar. Pasar itu berada di depan penyebrangan Sungai Pinang, biasanya beroperasi setiap hari Kamis.

Di tempat terpisah, anggota DPRD dari Dapil I ini juga menyerap informasi dari masyarakat Desa Langkai. Masyarakat setempat meminta kepada pemerintah dapat menyalurkan air bersih. Karena di kecamatan Siak ini hanya dusun 1 Tanah Tinggi dan dusun Belantik, yang belum dapat merasakan air bersih PAM.

Sedangkan desa-desa lain yang letaknya jauh dari mesin air PAM sudah lama dialiri air PAM. Kenapa desa yang berada di dekat mesin PAM justru belum dapat menikmati air bersih PAM.

"Masyarakat sudah sangat menantikan air PAM ini, karena kondisi air tanah kurang bagus jika mendapatkan air melalui sumur bor", kata dia.

Sebab, air yang dihasilkan oleh sumur bor berkarat dan tidak bisa dikonsumsi. Karena itu, warga setempat meminta kepada Pemkab Siak untuk meprioritaskan mengaliri air PAM di desa itu.

Terkait air bersih ini, anggota DPRD Siak Dapil I ini juga menyerap permintaan masyarakat Sabak Auh. Masyarakat Sabak Auh mempertanyakan kepada Pemda Siak kelanjutan pembanguan Sistem SPAM. Sebab, proyek ini sudah mulai dilaksanakan tahun lalu tetapi belum dilanjutkan. Pipa yang terpasang belum maksimal menjangkau wilayah kampung kemudian belum ada jaringan pembagi dan mesin pengelolaan air belum dioperasikan sama sekali. (*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved