Pelalawan
Alat Pembakar Limbah Medis RSUD Selasih Belum Bisa Hasilkan PAD, Ini Dia Kendalanya
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci ternyata sudah lama memiliki alat pembakar limbah medis atau insenerator.
Penulis: johanes | Editor: harismanto
Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Johannes Wowor Tanjung
TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci ternyata sudah lama memiliki alat pembakar limbah medis atau insenerator. Hingga saat ini insenerator masih aktif menghanguskan sampah medis milik RSUD Selasih.
Alat pembakar limbah medis itu digunakan untuk kalangan sendiri saja. Artinya hanya membakar sampah dari RSUD sendiri.
Tidak melayani pembakaran limbah dari rumah sakit lain baik milik pemerintah maupun swasta serta klinik-klinik.
Karena untuk menampung limbah dari luar, memiliki izin tersendiri dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes).
Baca: LIVE STREAMING MotoGP Minggu 24 September 2017, Silahkan Nonton Disini
"Alat kita masih untuk internal saja. Limbah yang dihasilkan dari pelayanan kesehatan disini, kita bakar di insinerator yang ada di belakang," beber Direktur RSUD Selasih, dr Ahmad Kerinen, kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (24/9/2017).
Sebenarnya, lanjut Ahmad Kerinen, alat itu bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Apabila dipakai untuk membakar limbah dari rumah sakit ataupun klinik lain.
Sebab sangat jarang rumah sakit pemerintah maupuns swasta memiliki alat pembakar limbah itu.
Baca: Astaga! Begini Cara Pemilik Situs Nikah Siri Mengetahui Kliennya Perawan atau Tidak!
Hanya saja dibutuhkan izin khusus dari Kemenkes RI agar dapat menampung dan membakar sampah medis rumah sakit lain.
Hal itu yang saat ini sedang diupayakan pihak Dinas Kesehatan (Diskes) dan RSUD Selasih.
"Izinnya sedang kita urus. Kita berharap keluar secepatnya, agar PAD kita nambah. Kalau sekarang dipaksakan akan menyalahi aturan dan itu pungutan liar jadinya," tambah Ahmad Kerinen.
Ia yakin izin penerimaan sampah medis dari luar akan diterbitkan dalam tahun ini. Sehingga pihaknya dapat menggenjot penerimaan daerah dari RSUD.(*)