Bentrok Mahasiswa UR
VIDEO: Terkait Bentrok Mahasiswa, Ini Pernyataan Tegas Rektor UNRI
Rektorat juga akan mempelajari apakah nantinya akan ada sanksi yang diberikan kepada dua kelompok mahasiswa yang terlibat dalam pertikaian ini.
Penulis: Aan Ramdani | Editor: David Tobing
Laporan reporter Tribunpekanbaru.com
TRIBUNPEKANBAU.COM,PEKANBARU - Rektor UR Prof DR Ir Aras Mulyadi angkat bicara terkait dengan insiden bentrokan antara dua kelompok oknum mahasiswa FSIP dan Teknik yang terjadi Kamis (5/10/2017).
Menurut Aras, pertikaian yang terjadi antara dua kelompok tersebut sebetulnya hanyalah persoalan sepele.
" Ini masalah perbedaan presepsi saja sebenarnya antara dua kelompok ini. Tentu kami berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga kondisi universitas Riau ini supaya tidak terjadi lagi pertikaian," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa insiden yang terjadi tidaklah mencekam seperti informasi dan foto yang banyak beredar.
"Ini hanya perselisihan saja karena komunikasi yang kurang bagus saja," katanya.
Sebagai langkah supaya hal tersebut tidak terjadi lagi pihak Universitas juga akan melakukan perumusan masalah yang melatar belakangi pertikaian kedua kelompok tersebut.
"Sehingga nanti kita coba rumuskan secara mendalam jangka panjang sehingga tidak terjadi pertikaian lagi di kampus ini," katanya.
Rektorat juga akan mempelajari apakah nantinya akan ada sanksi yang diberikan kepada dua kelompok mahasiswa yang terlibat dalam pertikaian ini.
Dia juga meluruskan beberapa informasi yang simpang siaur dimana akibat dari pertikain yang terjadi tidaklah sampai merusak gedung fakultas dan terjadi pembakaran fasilitas kampus seperti informasi yang banyak beredar. Yang dibakar dalam pertikaian yang terjadi hanyalah beberapa papan bunga ucapan selamat wisuda. kemudian terjadi kerusakan pada kaca pos jaga yang berada disekitar FISIP.
Sementara itu, untuk meredam bentrok yang terjadi kegiatan perkuliahan di dua Fakultas yang bertikai diliburkan selama seminggu 6-13 Kotober 2017 hingga situasi betul-betul kondusif. (*)