BUMD Diminta Ambil Proyek-proyek yang biasa Dikerjakan BUMN di Riau
Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby mengatakan, di Riau sangat banyak insinyur yang bekerja bukan pada keilmuannya, yang belum bekerja
Penulis: Alex | Editor: harismanto
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi III DPRD Riau yang membidangi masalah BUMD meminta agar masing-masing BUMD melakukan pengembangan usaha, sehingga ada pergerakan dan tidak monoton menjalankan BUMD.
Salah satu peluang yang cukup besar menurut Sekretaris Komisi III DPRD Riau adalah proyek pembangunan besar, yang selama ini dikerjakan oleh BUMN. Seharusnya menurut dia sudah saatnya BUMD bangkit dan ambil pengerjaan proyek-proyek yang biasa dikerjakan BUMN.
Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby mengatakan, di Riau sangat banyak insinyur yang bekerja bukan pada keilmuannya, yang belum bekerja, dan banyak juga yang berkiprah di luar.
"Kita punya banyak insinyur dan peneliti. Harusnya ini dimanfaatkan. BUMD buka jaringan dan kembangkan usaha, tak perlu dirikan BUMD baru, lalu manfaatkan para insinyur-insinyur kita," kata Suhardiman kepada Tribun, Minggu (8/10/2017).
Baca: 15 Tahun Idap Masalah Perut, Dokter Terkejut, Hasil Scan Tunjukkan Bukan Tumor
Baca: VIDEO: Bikin Bergidik, Sosok Berbaju Putih Terekam saat Asik Mandi di Kali
Baca: Apa Kata 12 Zodiak Tentang Kehidupan Cintamu? Gemini Jangan Ragu-ragu!
Dikatakan politisi Hanura DPRD Riau ini, sangat disayangkan selama ini BUMD hanya jadi penonton saja ketika ada pengerjaan proyek besar di Riau. Padahal, BUMD menurutnya bukan tidak bisa melaksanakan pekerjaan yang sama, dengan memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli di bidangnya.
"Gedung-gedung bertingkat, jembatan, dan proyek besar lainnya, itu semua BUMN yang ambil bagian. Sementara kita hanya menonton. Ini kan sayang sekali," tuturnya.
Jika pihak BUMD mau berusaha, menurut Suhardiman Amby akan banyak keuntungan yang diperoleh, dan pendapatan daerah juga akan semakin bertambah. Sehingga BUMD tidak lagi mengharapkan anggaran dari APBD.
"Ketika BUMD sudah siap, kedepan tinggal minta pekerjaan ke pemerintah, tidak lagi minta APBD untuk tambah modal-tambah modal, sementara hasil tak ada, seakan-akan mereka minta modal untuk menggaji mereka sendiri. Pandai-pandai lah mencari modal di luar,lakukan kerjasama untuk pengembangan usaha, jangan lagi mandul tanpa deviden ke daerah,duit kita sudah hampir Rp 1 triliun habis untuk bangun BUMD," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tribun-baru_20161230_092519.jpg)