Breaking News:

Pekanbaru

Agar Tidak Punah, Balai Bahasa Riau Kamuskan Bahasa Daerah Siak dan Bahasa Daerah Rokan Hilir

Untuk melestarikan bahasa daerah, kata Umar, khususnya di Riau Balai Bahasa melakukan pembuatan kamus bahasa daerah.

tribunpekanbaru/nolpitos
Sosialisasi Program BIPA oleh Balai Bahasa 

Laporan Reporter Tribun Pekanbaru, Nolpitos Hendri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Balai Bahasa Riau, Umar Solikhan kepada Tribunpekanbaru.com pada Rabu (11/10/2017) menyebutkan, Balai Bahasa terus melakukan inventarisasi bahasa daerah di seluruh Indonesia, dan hingga saat ini sudah tercatat 671 bahasa daerah di Indonesia.

"Ada bahasa daerah yang masih lestari, ada yang terancam punah dan ada bahasa daerah yang sudah punah. Bahasa daerah yang terancam punah dan punah dilakukan konservasi atau perlindungan dan revitalisasi," ungkap Umar.

Baca: Mengejutkan, Ditanya Kapan Lamaran, Pria Ini Malah Minta Izin Berzina pada Orangtua Si Gadis'

Baca: Kvitland, Si Bule Nasi Padang Bikin Lagu Baru tentang Sumbar, Ini Lirik Lagu West Sumatera

Untuk melestarikan bahasa daerah, kata Umar, khususnya di Riau Balai Bahasa melakukan pembuatan kamus bahasa daerah.

"Saat ini kami sudah mengamuskan Bahasa Daerah Siak dan Bahasa Daerah Rokan Hilir. Ini dilakukan supaya bahasa daerah tidak punah. Bahasa daerah yang sudah punah ada 15 bahasa daerah, terbanyak di Maluku sebanyak 11 bahasa daerah. Bahasa daerah yang punah ini pada umumnya bahasa suku terasing," jelas Umar. (*)

Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved