Bunga Bangkai di Suka Mulya Sengaja Ditanam?
Slamet, (58) warga Desa Suka Mulya Kecamatan Bangkinang meyakini Amorphophallus Paeoniifolius yang tumbuh di belakang rumahnya, ditanam
Penulis: Fernando Sihombing | Editor:
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Slamet, 58 tahun, warga Desa Suka Mulya Kecamatan Bangkinang meyakini Amorphophallus Paeoniifolius yang tumbuh di belakang rumahnya, ditanam tangannya.
Namun ia tidak menyangka orang-orang menyebutnya Bunga Bangkai.
Slamet mengaku pernah menanam Suweg tahun 2006 silam. Bibitnya dibawa dari Yogyakarta. "Umbinya bisa diambil untuk dijadikan obat," katanya, Rabu (11/10/2017).
Sekedar informasi, Suweg dalam bahasa Jawa, merupakan jenis tumbuhan umbi yang bisa dijadikan untuk ramuan daya tahan tubuh. Suweg masih kerabat Bunga Bangkai. Nama latinnya Amorphogallus Titanum.
Slamet awalnya menanam tiga bibit Suweg. Kemudian dikembangbiakkannya sampai sekarang menjadi 10 batang. Sekira lima bulan lalu, ia memanen dua umbi.
Baca: Demi Hasil Terbaik, Fotografer ini Biarkan Kakinya Digigit Black Mamba Selama Pengambilan Gambar
"Satu untuk dimakan. Satu lagi saya letak di lantai dapur," kata Slamet. Beberapa hari kemudian, ia melihat tumbuh tunas baru dari Suweg yang diletak di lantai dapur.
Slamet pun menanam tunas itu dan tumbuh. Tunas itu berwarna hijau di awalnya tumbuh. Kemudian perlahan memerah. Sampai-sampai menyerupai bunga bangkai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bunga-bangkai_20171011_183350.jpg)