Dumai
Hilang Selama Empat Hari, Jasad Rahayu Dibawa Arus Laut Ditemukan Sejauh Ini
Mereka menemukan jasad tersangkut di antara hutan bakau jauh dari tempat Rahayu hilang.
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sikumbang
TRIBUNPEKANBARU.COM,DUMAI- Petugas gabungan akhirnya menemukan jasad santri Pondok Pesantren Baitul Qur'an, Rahayu Meliana, Rabu (11/10/2017) siang.
Setelah korban menghilang selama empat hari di Pantai Basilam Baru.
Namun kondisi jasad remaja 12 tahun memprihatinkan.
Informasi yang diterima Tribun, tim gabungan Kepolisian Dumai, TNI, BPBD Dumai, Tagana Dumai bersama masyarakat menemukan jasad siswi Madrasah Tsanawiyah di tepi Pantai Basilam Baru.
Mereka menemukan jasad tersangkut di antara hutan bakau.
Jarak jasad mengambang sekitar lima kilometer dari tempat Rahayu hilang.
"Korban diduga terbawa arus laut usai bermain di pantai. Saat kami temukan, jasad korban dalam kondisi terlentang," terang Kepala BPBD Dumai, Tengku Izmet kepada Tribun, Rabu siang.
Kini jasad korban menjalani visum di ruang pemulsaran jenazah RSUD Dumai. Keluarga korban tampak menunggu proses visum oleh tim dokter. Sebab mereka berencana memakamkan jasad Rahayu secepatnya.
"Kalau bisa secepatnya, sebab akan kami kuburkan lagi jasad putri kami," ujar Ayah Korban, Supriono di luar ruang jenazah.
Keluarga Rahayu, menolak dilakukan otopsi pada jasad Santri Baitul Qur'an, Rahayu Meliana.
Mereka ingin segera menyelenggarakan jasad remaja 12 tahun itu.
"Tak usah diotopsi pak, kami mau anak kami cepat dikuburkan," ujar Ayah Rahayu, Supriono lirih kepada petugas Ruang Pemulsaran Jenazah RSUD Dumai.
Pria 37 tahun itu meminta petugas segera mengurus jasad putrinya.
Kerabat korban hilang sudah menanti di rumah duka.
"Kalau bisa dibantu pak kami. Anak kami mau kami kuburkan pak," ulasnya.(*)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/jenazah-di-rsud-dumai-santri-hilang-basilam_20171011_171554.jpg)