Breaking News:

Bikin Terenyuh, Simpanse Sekarat Ini Berikan 'Perpisahan Indah' Kepada Sahabat Lamanya

Dia menolak untuk makan dan hanya bisa terbaring lemah sampai seseorang datang merubah segalanya.

Penulis: | Editor:
net
Simpanse berikan perpisahan terindah untuk sahabat lamanya 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Inilah momen ajaib seekor simpanse yang sekarat mengenali teman lamanya dan memberinya perpisahan yang emosional.

Simpanse bernama Mama berumur 59 tahun penghuni Royal Burgers Zoo di Belanda, hanya bisa meringkuk di dalam kandangnya.

Dia menolak untuk makan dan hanya bisa terbaring lemah sampai seseorang datang merubah segalanya.

Mama, simpanse 59 tahun di Royal Burgers Zoo di Belanda, meringkuk dalam sebuah kandang dan menolak makanan sampai kedatangan Profesor Jan van Hooff, yang dia kenal sejak 1972
Mama, simpanse 59 tahun di Royal Burgers Zoo di Belanda, meringkuk dalam sebuah kandang dan menolak makanan sampai kedatangan Profesor Jan van Hooff, yang dia kenal sejak 1972

Dilansir dari dailyMail pria itu adalah Profesor Jan van Hooff, yang dia kenal sejak tahun 1972.

Simpanse itu sakit parah, dan mendekati akhir hayatnya.

Baca: Ditusuk Menggunakan Obeng, Isi Benjolan di Tangan Wanita ini Mengejutkan

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2017/10/18/09/4573AD1B00000578-4992020-image-a-47_1508315242311.jpg
Awalnya dia tidak menyadari bahwa teman lamanya itu datang menemuinya dan tetap di lantai saat membelai dia

Namun dia dapat terlihat bereaksi dengan gembura saat dia menyadari siapa yang telah datang menemuinya.

Dengan tergesa-gesa dengan senang dan tersenyum senang.

Baca: Bikin Heboh! Makhluk Mirip Kucing Berkepala Manusia Paksa Polisi Luncurkan Investigasi

Tapi si simpanse yang sakit parah, yang  mendekati akhir hidupnya, dapat terlihat bereaksi dengan sukacita saat dia menyadari siapa yang telah datang menemuinya.
Tapi si simpanse yang sakit parah, yang mendekati akhir hidupnya, dapat terlihat bereaksi dengan sukacita saat dia menyadari siapa yang telah datang menemuinya.

Mama bisa terlihat merentangkan tangannya dan membelai kepala Profesor van Hooff saat menyapa.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved