Menteri Kesehatan RI Dijadwalkan Hadir Pada Puncak Acara Porkesremen di RSJ Tampan
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan ditunjuk sebagai tuan rumah dalam kegiatan yang diikuti oleh peserta seluruh Indonesia ini.
Penulis: Rizky Armanda | Editor: M Iqbal
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Djuwita F. Moeloek dijadwalkan hadir pada puncak gelaran iven Pekan Olahraga dan Kesenian Rehabilitan Mental (Porkesremen) nasional Ke-VI tahun 2017 di Pekanbaru.
Di mana, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan ditunjuk sebagai tuan rumah dalam kegiatan yang diikuti oleh peserta seluruh Indonesia ini.
Informasi tersebut Tribun dapatkan saat berbincang dengan salah seorang panitia pelaksana kegiatan ini.
"Iya, besok buk Menteri memang dijadwalkan hadir. Karena besok acara puncaknya," sebut dia.
Pekan olahraga dan kesenian dua tahunan ini para pesertanya merupakan sejumlah pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang sudah dinyatakan sembuh atau yang biasa disebut dengan pasien rehabilitan.
Kegiatan ini sendiri berskala nasional dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai Provinsi.
Dimana kegiatan sudah berlangsung sejak Rabu (18/10/2017) kemarin, sampai Jumat (21/10/2017) besok di Pekanbaru.
Dari pantauan Tribun, hari ini, Kamis (20/10/2017), di RSJ Tampan ramai oleh ratusan kontingen dari berbagai Provinsi seperti Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Barat, Jambi, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan lain-lain.
Setidaknya, ada lima cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan.
Seperti tenis meja, futsal, catur, badminton, dan bola voli.
Tak hanya olahraga, dalam gelaran Porkesremen ini juga diadakan pertandingan dari beberapa cabang seni dan keagamaan.
Mulai dari lomba menyanyi, ceramah agama islam, membaca alquran dan adzan.
Direktur RSJ Tampan dr Haznelli Juita kepada wartawan menuturkan, persiapan sudah jauh-jauh hari dilakukan demi kelancaran seluruh kegiatan dalam Porkesremen kali ini.
Lebih jauh ia mengatakan, ajang Porkesremen ini merupakan wujud rasa menghargai dan menghormati terutama terhadap hak-hak orang yang mengalami masalah kejiwaan.
"Melalui iven ini kita juga berharap bisa mempromosikan Provinsi Riau ke tingkat nasional. Selain sukses penyelenggaraannnya, sukses juga prestasinya," sebut dia.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, rasa percaya diri pasien rehabilitan diharap bisa lebih meningkat.
Agar nanti saat mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa bersosialisasi dan berinteraksi dengan baik dan tidak merasa dikucilkan.