Nyaris Ricuh Rapat DPRD Pelalawan dengan Asperikom PT RAPP, Ternyata Ini Penyebabnya
Selisih paham berawal ketika juru bicara Asperikom RAPP, Hamdani, diminta memaparkan persoalan yang diadukan ke DPRD Pelalawan.
Penulis: johanes | Editor: Afrizal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Johannes Wowor Tanjung
TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Hearing antara Asosiasi Pekerja Riau Komplek (Asperikom) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dengan DPRD Pelalawan nyaris ricuh, Selasa (24/10/2017).
Peserta rapat memukul meja dan memilih keluar ruangan.
Pertemuan yang digelar di auditorium lantai III kantor DPRD Pelalawan hampir ribut ternyata diakibatkan hal sepele saja.
Baca: Lihat Undangan Ini, Jomblo Akan Dibuat Angkat Bendera Putih
Baca: Kabar Duka, Benny Panjaitan Vokalis Panbers Meninggal Dunia
Bukan karena membahas hal pokok persoalan nasib karyawan PT RAPP akibat pembatalan RKU oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Ketersinggungan diakibatkan status di media sosial facebook yang dibahas peserta rapat.
Selisih paham berawal ketika juru bicara Asperikom RAPP, Hamdani, diminta memaparkan persoalan yang diadukan ke DPRD Pelalawan.
Namun dalam penjelasannya yang panjang lebar, Hamdani menyinggung oknum anggota dewan yang membuat status di facebook dalam beberapa hari ini.
Baca: Mungkinkah Celana Ini Tokoh Antagonis Sinetron Terbaik Sepanjang Masa?
Baca: VIDEO: Emak vs Ibu Muda Berantem di Jalanan Viral, Pengendara Lain Dibuat Kesal Karena Ini!
Status di media sosial itu dinilai memanas-manasi situasi pekerja RAPP yang nasibnya diujung tanduk.
"Kami dikatai bodoh, ditipu, diadu domba. Tolonglah pak, meski itu status pribadi tapi kita di sini sebagai pejabat negara. Ini yang malah memanas-manasi situasi," beber Hamdani.
Hamdani masih membeberkan status di facebook itu yang melukai hati para pekerja atau buruh di PT RAPP.
Hingga akhir pemaparan belum ada gejolak terjadi.
Hingga saat anggota DPRD Pelalawan, Tengku Khairil, meminta waktu untuk berbicara kepada pimpinan rapat.
Tengku Khairil membahas kembali status media sosial yang disinggung Hamdani. Pria yang akrab disapa Chonek ini merasa status yang dibesar-besarkan itu adalah miliknya. Alhasil ia membeberkan banyaknya kesalahan RAPP selama ini.
Anggota dewan asal Kecamatan Pelalawan ini, memaparkan semua keluh kesah warga di desa-desa yang ada di Kecamatan Pelalawan yang tepat bertetangga dengan PT RAPP. Seperti Desa Lalang Kabung, Desa Sering, dan lain-lain.
"Bagaimana penderitaan mereka selama ini. Pak Hamdani pasti tau, karena bapak humas. Kami bukan tidak prihatin dengan pekerja. Tapi status saya itu tak ada yang menyinggung," bebernya.
Perdebatanpun muncul dan saling berbalas argumen hingga aksi pukul meja peserta rapat. Pertemuan nyaris ricuh dan diredam oleh peserta rapat lainnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/hearing-asperikom-pt-rapp-dengan-dprd-pelalawan-nyaris-ricuh_20171024_121425.jpg)