Terduga Teroris Diamankan
VIDEO: Teroris yang Ditangkap di Kampar Berencana Serang Kantor Polisi di Riau
Wawan juga disebut-sebut anggota kelompok Jamaah Ansor Daullah (JAD) di Pekanbaru yang pernah
Penulis: Aan Ramdani | Editor: David Tobing
Laporan reporter Tribunpekanbaru.com,Aan Ramdani
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Lima orang pria yang diduga teroris yang ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri Selasa kemarin (24/10/2017) ternyata berencana akan menyerang kantor-kantor polisi yang ada di Riau, terutama di Kota Pekanbaru dan Kampar.
"Kenapa kita amankan dan ditangkap karena tim sudah mengikuti sejak enam bulan lalu dan mereka akan melakukan eksekusi dengan penyerangan kepada kantor-kantor polisi. Mulai dari pos polisi, kemudian Polsek, Polres bisa-bisa juga ke Mapolda Riau," jelas Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo. Sik, M.M
Menurutnya yang ditangkap tersebut masih ada kaitanya dengan penangkapan yang dilakukan densus 88 di Provinsi Jambi beberapa waktu lalu.
"Karena di Jambi itu membuat dan dilatihkan membuat dan meracik bom," katanya.
Seperti dibetitakan sebelumnya dari lima pria diduga terorus tersebut, 4 ditangkap di Kabupaten Kampar dan 1 ditangkap di Kota Pekanbaru.
Penangkapan pertama dilakukan terhadap Yoyok Handoko alias Abu Zaid di kawasan Jalan Bukit Barisan Pekanbaru, Riau sekitar pukul 06.00 WIB. Yoyok disebut-sebut salah seorang yang ikut dalam persiapan aksi teror di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau dan telah mengikuti latihan menembak di Jambi.
Sekitar pukul 7.15 WIB Tim Densus 88 Antiteror kembali menangkap seorang pria bernama Wawan alias Abu Afif (42) dan Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim (30) di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Wawan memiliki peran memotivasi anggotanya untuk melakukan penyerangan atau aksi teror terhadap pos atau Kantor-kantor polisi. Wawan juga disebut-sebut anggota kelompok Jamaah Ansor Daullah (JAD) di Pekanbaru yang pernah memimpin persiapan aksi teror di Bukit Gema.
Tidak jauh berbeda dengan Wawan, Beni juga memiliki peran serupa dan mengetahui dan mengikuti pelatihan menembak dan pembuatan bom di Jambi. Berdasarkan keterangan dari Zainal Arifin, Ketua RT RT03 RW 15 Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak, Kabupaten Kampar bahwa Beni tinggal dirumah kontrakanya baru 7 bulan belakangan bersama istri dan anaknya. Diketahui, Beni juga berprofesi sebagai seorang teknisi instalasi listri.
"Beni ini kerjanya di biro listrik," kata Zainal kepada Tribunpekanbaru.com.
Selanjutnya, densus 88 sekitar pukul 10.30 wib menangkap ,Handoko alias Abu Buchori di kediamannya, Perumahan Griya Taman Anggrek, Anggrek II Jalan Rambah Jaya, blok E5 RT 06 RW 02 Dusun 4 Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Handoko yang baru menempati rumah barunya sekitar 4 bulan ini diketahui pindahan dari Kota Dumai dan berprofesi sebagai tukang service HP.
Handoko tinggal bersama istri dan enam orang anaknya. Saat ditangkap tim densus juga membawa sejumlah barang bukti sari kediama diduga teroris ini.
Tidak berhenti diaitu, tim Densus 88 kembali menangkap Nanang Kurniawan alias Abu Aisha di Jalan Kubang Raya, Dusun Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar sekitar pukul 12.30 WIB.
Sima video selengkapnya diatas: