Pahlawan Nasional dari Riau, Mahmoed Marzuki Pengibar Merah Putih Pertama di Bangkinang

Mahmoed wafat karena sakit-sakitan setelah disiksa oleh tentara Belanda. Pria kelahiran Bangkinang tahun 1911 itu mendapat siksaan begitu mengerikan.

Pahlawan Nasional dari Riau, Mahmoed Marzuki Pengibar Merah Putih Pertama di Bangkinang
net/google
Mahmoed Marzuki 

Menurut Silvia, Mahmoed wafat karena sakit-sakitan setelah disiksa oleh tentara Belanda. Pria kelahiran Bangkinang tahun 1911 itu mendapat siksaan begitu mengerikan.

"Kisahnya mengiris hati. Kakinya diikat, kepalanya di bawah. Terus disiram air panas dan dicambuk," ujar Silvia. Sebelumnya, Mahmoed diculik dari Bangkinang.

Penjajah melihat sosok Mahmoed sebagai tokoh perjuangan kala itu. Mahmoed menularkan semangat nasionalisme dengan berdakwah dan membesarkan organisasi Muhammadyah di Kampar.

Mahmoed dan teman-temannya adalah pengibar bendera Merah Putih pertama sekali di Bangkinang. Ia berhasil membakar semangat teman seperjuangannya agar tidak gentar mengibarkan sang Merah Putih. Lapangan Merdeka adalah saksi dimana Merah Putih dikibarkan, 24 Agustus 1945, sekitar sepekan setelah Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.

"Waktu pengibaran, masih terjadi perang. Pejuang banyak yang gugur. Termasuk istrinya pun hilang," tutur Silvia.

Sampai sekarang, makam istri pertama Mahmoed, Solehan binti Lakin tidak pernah diketahui setelah hilang saat pengibaran bendera. Sementara istri keduanya wafat tiga tahun lalu.

Kata Silvia, Mahmoed mulai ikut di barisan perjuangan setelah pulang menuntut ilmu agama Islam di perguruan setara sekolah tinggi di India.

Diabadikan

Tahun ini pemerintah memutuskan untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh pejuang. Ketua Dewan Gelar Ryamizard Ryacudu mengatakan, tiga tokoh tersebut berasal dari luar pulau Jawa, yakni Provinsi Aceh, Provinsi Riau dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"(Dari provinsi) yang jauh-jauh lah," kata Ryamizard usai melaporkan nama ketiga tokoh yang terpilih sebagai Pahlawan Nasional itu kepada Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/10).

Halaman
123
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved