Pegawai BNI Dibegal

Rara Sitta Stefanie Pegawai BNI Korban Begal Masih Sempat Kirim WA ke Suaminya

Hendy Kukuh Baskoro (30) Ia mengaku sangat terkejut ketika dikabari petinggi BNI bahwa istrinya meninggal akibat kejahatan jalanan.

Rara Sitta Stefanie Pegawai BNI Korban Begal Masih Sempat Kirim WA ke Suaminya
Facebook
Rara Sitta Stevanie bersama suaminya Hendy Kukuh Baskoro saat foto bersama 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUNPEKANBARU.COM, LUBUKPAKAM - Hendy Kukuh Baskoro (30), suami Rara Sitta Stefanie (27), pegawai BNI yang menjadi korban begal, mengaku masih belum percaya kalau istrinya itu sudah meninggalkan dirinya selamanya.

Hendy Kukuh Baskoro (30) Ia mengaku sangat terkejut ketika dikabari petinggi BNI bahwa istrinya itu telah meninggal akibat kejahatan jalanan.

"Masih belum percaya sekarang sudah enggak ada. Tadi malam dapat kabar terkejut kali saya. Karena sekitar 19.30 kami masih komunikasian melalui whatsapp," ujar Hendy yang ditemui di Bandara Kualanamu, Kamis, (26/10/2017).

Menurutnya, orang yang pertama kali mengabari bahwa istrinya telah meninggal dunia adalah Pimpinan Cabang BNI Siantar, Iman.

Saat dikabari ia mengaku berada di rumah sakit sedang melihat temannya yang sakit.

Baca: Karyawati BNI yang Tewas Diseret Begal Tinggalkan Anak yang Berumur 1 Tahun 

Baca: Coba Ganggu yang Masih Bayi, Seekor Buaya Dikeroyok Habis Sekelompok Kuda Nil

Baca: Behind the Scene Film Dewasa, No 7 Sungguh tak Diduga

"Sekitar pukul 20.30 Pak Iman telepon ke saya. Pertama tanya nama saya apakah benar Henddy suaminya Rara. Saya bilang benar, dan langsung diberitahu kalau mereka mau sampaikan ucapan duka. Dibilang istri saya meninggal karena dijambret. Saya enggak percaya karena masih baru saja komunikasi. Saya bilang saya sudah transfer gaji saya ke dia, karena baru gajian. Saya kirimnya dua kali, satu untuk anak satu untuk dia. Itulah dibilangnya kok mesti dua kali, sekali aja," kata Hendy.

Ia mengatakan tidak ada sama sekali firasat apapun kalau istrinya itu akan pergi untuk selama-lamanya.

Hendy menduga sifat tegas Rara membuat istrinya itu terdorong mengejar jambret.

"Istri saya ini orangnya punya prinsip. Makanya dia kejar itu katanya yang jambret karena dia tahu dia enggak salah, cuma seperti ini rupanya kejadiannya," kata Hendy.

Ia menjelaskan terakhir jumpa bersama istrinya itu pada 10 Oktober lalu di Jakarta. Waktu itu Rara datang bersama anaknya Ignatius Dirga Manggala (1 tahun 9 bulan).

"Dia lagi cuti saat itu. Ada acara pesta pernikahan teman. Biasanya saya yang datang ke sini sekitar sebulan sekali," katanya. (*)

Editor: harismanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved